Kisah Haru Deni Apriadi, MUA Lombok Tuli yang Viral sebagai Sister Hong, Berjuang dari Bullying hingga Putus Sekolah

- Minggu, 16 November 2025 | 15:40 WIB
Kisah Haru Deni Apriadi, MUA Lombok Tuli yang Viral sebagai Sister Hong, Berjuang dari Bullying hingga Putus Sekolah

Deni Apriadi Rahman, seorang Make Up Artist (MUA) asal Lombok yang viral dengan julukan 'Sister Hong Lombok', mengungkapkan kisah hidupnya yang penuh perjuangan. Pria yang kerap disapa Dea Lipa ini membagikan latar belakang keluarganya dan masa kecil yang penuh tantangan.

Deni tumbuh dalam lingkungan keluarga yang tidak utuh. Sejak kecil, kedua orang tuanya bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri, sehingga ia harus tinggal dan dibesarkan oleh nenek dari pihak ibunya. Keadaan ini membuatnya harus belajar mandiri sejak dini.

Kondisi hidup Deni semakin berat karena ia mengidap gangguan pendengaran sejak lahir. Saat menginjak usia 10 tahun, ia mengalami sebuah kecelakaan yang semakin memperburuk kondisi pendengarannya. "Sejak kecil saya hidup dengan keterbatasan pendengaran, yang semakin memburuk setelah saya mengalami kecelakaan ketika berusia sekitar 10 tahun," tuturnya.

Selama masa sekolah, Deni kerap menjadi korban perundungan atau bullying. Tekanan mental yang dialaminya semakin berat setelah nenek yang membesarkannya meninggal dunia saat Deni duduk di bangku kelas 6 SD. Kehilangan figur pengasuh utama ini membuatnya kehilangan dukungan untuk melanjutkan pendidikan.

"Saya hanya menamatkan pendidikan sampai Sekolah Dasar karena pada masa itu saya mengalami perundungan dan tidak memiliki cukup dukungan untuk melanjutkan sekolah," jelas Deni mengenai alasannya tidak bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

Dengan segala keterbatasan, Deni memutuskan untuk belajar bertahan hidup secara mandiri. Ia mulai mempelajari keterampilan sebagai Make Up Artist secara otodidak melalui platform digital seperti YouTube. Pekerjaan sebagai MUA ini bukan sekadar sumber penghidupan baginya, melainkan juga bentuk ekspresi diri.

"Melalui pekerjaan (MUA) inilah saya merasa bisa berdiri di atas kaki saya sendiri, memenuhi kebutuhan hidup, dan perlahan memperoleh rasa percaya diri," ungkap Deni tentang profesinya saat ini.

Mengenai foto dirinya yang viral mengenakan hijab, Deni membenarkan hal tersebut. Ia mengaku memang pernah mengenakan busana muslimah tersebut karena menganggap hijab sebagai simbol kecantikan, kelembutan, dan keanggunan. "Bagi saya, jilbab itu simbol kecantikan, kelembutan, dan kehormatan," pungkasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar