Deni Apriadi Rahman, seorang Make Up Artist (MUA) asal Lombok yang viral dengan julukan 'Sister Hong Lombok', mengungkapkan kisah hidupnya yang penuh perjuangan. Pria yang kerap disapa Dea Lipa ini membagikan latar belakang keluarganya dan masa kecil yang penuh tantangan.
Deni tumbuh dalam lingkungan keluarga yang tidak utuh. Sejak kecil, kedua orang tuanya bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri, sehingga ia harus tinggal dan dibesarkan oleh nenek dari pihak ibunya. Keadaan ini membuatnya harus belajar mandiri sejak dini.
Kondisi hidup Deni semakin berat karena ia mengidap gangguan pendengaran sejak lahir. Saat menginjak usia 10 tahun, ia mengalami sebuah kecelakaan yang semakin memperburuk kondisi pendengarannya. "Sejak kecil saya hidup dengan keterbatasan pendengaran, yang semakin memburuk setelah saya mengalami kecelakaan ketika berusia sekitar 10 tahun," tuturnya.
Selama masa sekolah, Deni kerap menjadi korban perundungan atau bullying. Tekanan mental yang dialaminya semakin berat setelah nenek yang membesarkannya meninggal dunia saat Deni duduk di bangku kelas 6 SD. Kehilangan figur pengasuh utama ini membuatnya kehilangan dukungan untuk melanjutkan pendidikan.
Artikel Terkait
Normalisasi Sungai Cirarab Ditargetkan Rampung Akhir Maret 2026
Vonis Kasus Korupsi Minyak Rp 285 Triliun Dijadwalkan Kamis Depan
Program Makan Bergizi di Serang Berlanjut, Siswa Terima Paket Bahan Makanan untuk Buka Puasa
Dua Belas Tokoh Elite Daftar sebagai Amicus Curiae Dukung Enam Terdakwa Korupsi Minyak