Udara di rumah duka masih terasa berat. Di tengah suasana libur Lebaran yang seharusnya riang, tiga titik di wilayah Karawang justru berduka. Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, datang secara langsung untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus menyerahkan santunan. Nilainya tak sedikit, puluhan juta rupiah untuk masing-masing keluarga yang kehilangan.
Santunan itu diberikan kepada keluarga korban kecelakaan maut di Majalengka. Peristiwa nahas itu terjadi di Jalan Raya Panjalu-Cikijing, dan merenggut nyawa enam warga Karawang.
"Ini bentuk kepedulian kami. Empati atas musibah yang menimpa," kata Bupati Aep di Karawang, Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, upaya koordinasi dengan Jasa Raharja telah dilakukan. Sayangnya, hasilnya tak seperti yang diharapkan. Kecelakaan tunggal yang melibatkan angkutan dengan pelat hitam itu rupanya tidak bisa diajukan klaim. Artinya, dari lembaga tersebut, para korban tidak akan mendapat bantuan apa pun.
Melihat kondisi itu, Aep tak tinggal diam. Ia memutuskan untuk turun tangan. Santunan sebesar Rp50 juta per korban meninggal disiapkan dari pemkab.
"Harapannya, bisa sedikit meringankan beban. Dan tentu, digunakan sebaik-baiknya oleh keluarga yang ditinggalkan," ujarnya.
Santunan itu diserahkan saat ia bertakziah ke rumah duka di Rengasdengklok, Medangasem, dan Kutawaluya. "Duka cita yang mendalam kami sampaikan," tutur Aep.
Di sisi lain, penanganan korban juga jadi perhatian serius. Bupati mengaku telah berkoordinasi dengan Bupati Majalengka. Tak cuma itu, delapan mobil ambulans beserta tim medis juga dikerahkan ke lokasi kejadian.
"Kami kirim ambulans untuk menjemput korban pulang ke Karawang. Inisiatif jemput bola ini kami ambil karena situasi masih liburan Lebaran. Semua harus dipercepat," jelasnya.
Kecelakaan sendiri terjadi pada Senin malam, 23 Maret 2026. Mobil Isuzu Elf bernopol Z 7012 CN itu membawa rombongan keluarga dari Karawang. Mereka baru saja berkunjung ke keluarga di Ciamis dan sedang menuju objek wisata Pangandaran.
Kepala Satlantas Polres Majalengka, AKP Pandu Surya Renata, memaparkan kronologinya. Saat melintasi jalan menurun dan berkelok tajam di Blok Maniis Tonggoh, kendaraan diduga hilang kendali.
Mobil oleng ke kanan. Lalu masuk parit dan terguling dengan posisi roda di atas. Situasinya kacau.
Polisi mencatat, ada 21 orang di dalam mobil saat itu. Enam di antaranya meninggal dunia dalam insiden tragis itu. Sebuah perjalanan liburan yang berakhir nestapa.
Artikel Terkait
Sungai di Tarakan Tercemar Oli Bekas, PDAM Setop Produksi Air Bersih, 15.000 Pelanggan Terdampak
Sejarah Panjang di Balik Tradisi Pakaian Hitam saat Pemakaman
Persija vs Persib: Laga Penentu Gelar Juara BRI Super League 2025/2026
Rusia Hapus Pameran Alutsista Berat dari Parade Kemenangan di Moskow untuk Pertama Kalinya dalam 19 Tahun