Wakil Ketua MPR Ibas Naik Motor Warga Tinjau Listrik Masuk Desa Terpencil di Trenggalek

- Minggu, 10 Mei 2026 | 12:40 WIB
Wakil Ketua MPR Ibas Naik Motor Warga Tinjau Listrik Masuk Desa Terpencil di Trenggalek

Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, yang akrab disapa Ibas, harus melanjutkan perjalanan dengan mengendarai sepeda motor milik warga setelah kendaraan dinasnya tak mampu melintasi akses jalan yang sempit, berbatu, dan licin menuju Desa Salamwates, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Peristiwa itu terjadi saat ia menjalani masa reses di daerah pemilihan VII Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Kunjungan tersebut difokuskan untuk meninjau langsung kondisi akses wilayah dan layanan dasar masyarakat, khususnya kebutuhan listrik rumah tangga. Salah satu titik yang disambangi adalah rumah Sukarni, seorang warga penerima Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Rumah sederhana milik Sukarni kini mulai diterangi cahaya listrik, menghadirkan harapan baru bagi kehidupan sehari-hari keluarganya.

Ibas sempat masuk ke dalam rumah dan mengecek langsung tiga titik lampu yang telah menyala serta satu stop kontak yang terpasang melalui bantuan tersebut. Ia juga berdialog dengan keluarga penerima manfaat, mendengarkan cerita hidup mereka, sekaligus memberikan semangat agar tetap optimis menjalani kehidupan.

“Sekarang kita banyak bersyukur ya Pak. Tolong dijaga listriknya, dirawat. Ini diberikan bantuan tiga titik lampu di dalam rumah dan satu stop kontak dengan daya 900 watt. Semoga rumahnya jadi lebih terang, lebih nyaman untuk beraktivitas, dan lebih produktif setiap harinya,” ujar Ibas dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026).

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu menegaskan bahwa akses listrik bukan sekadar soal penerangan, melainkan bagian dari hak dasar masyarakat untuk hidup lebih layak. Menurutnya, masyarakat yang tinggal di pelosok sekalipun harus mendapatkan perhatian dan pelayanan yang sama dari negara.

“Kita ingin meskipun berada di daerah terpencil, masyarakat tetap bisa menikmati akses listrik secara menyeluruh. Ini adalah hak warga negara. Negara harus hadir dan kami bersama PLN berkomitmen untuk terus memperjuangkannya,” tegas Ibas.

Ia juga mengapresiasi kinerja PLN yang dinilainya terus bekerja menghadirkan listrik hingga ke wilayah-wilayah terpencil di Indonesia. “Terima kasih sekali lagi kepada PLN. Ini perusahaan negara, BUMN yang sama-sama kita banggakan. Tugasnya mengaliri listrik di seluruh tanah air. Ini bagian dari keadilan sosial yang perlu kita jaga supaya listrik makin menyala di mana pun masyarakat berada,” lanjutnya.

Di balik kebahagiaan melihat lampu mulai menyala di rumah warga, Ibas mengaku tersentuh saat mendapati masih banyak rumah yang kondisinya belum layak huni. Fokus peninjauannya bahkan sempat terpecah ketika menyaksikan langsung kondisi rumah-rumah warga yang memprihatinkan. Ia pun mendorong perangkat desa untuk terus memperbarui dan memberikan data riil masyarakat yang membutuhkan bantuan, baik untuk akses listrik maupun program BSPS atau bedah rumah.

“Masih banyak yang harus terus kita dukung. Mulai dari akses jalan yang perlu diperbaiki, rumah-rumah warga yang belum layak, hingga ketersediaan listrik. Satu per satu harus kita kawal bersama. Saya sedih kalau masih ada masyarakat yang hidupnya belum layak,” ungkapnya.

Ibas menyampaikan bahwa jika masih terdapat warga dengan kondisi rumah yang memprihatinkan, dirinya siap mendorong agar bantuan renovasi rumah dapat diberikan melalui program pemerintah yang tersedia. “Kalau ada masyarakat di sini yang rumahnya memang belum layak, insyaallah kita coba bantu renovasinya. Tahun kemarin di Trenggalek kurang lebih ada 200 rumah yang berhasil kita kawal untuk mendapatkan bantuan. Mudah-mudahan itu bisa membawa semangat dan harapan baru bagi masyarakat untuk hidup lebih baik,” kata Ibas.

Ia juga memastikan bahwa Sukarni telah tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sehingga ke depan berpeluang mendapatkan bantuan sosial lainnya sesuai kebutuhan. “Pak Sukarni tercatat di DTKS ya. Jadi nanti selain bantuan listrik, kalau ada kesulitan hidup lainnya bisa mendapatkan bantuan sosial juga,” katanya.

Di Desa Salamwates, terdapat tujuh rumah lainnya yang turut menerima bantuan pemasangan listrik. Ibas berharap program seperti ini terus diperluas agar semakin banyak masyarakat merasakan manfaat kehadiran negara. “Kalau memang masih ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, tolong PLN terus memberikan pelayanan. Negara sudah menganggarkan, jadi PLN punya keleluasaan untuk terus menyamaratakan fasilitas yang bisa dirasakan masyarakat, sembari juga menyiapkan energi terbarukan di masa depan,” tutup Ibas.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar