Selasa kemarin, jalur Pantura di Cirebon benar-benar jadi magnet kemacetan. Puncak arus balik Lebaran 1447 Hijriah memaksa ribuan kendaraan, mayoritas sepeda motor dari arah Jawa Tengah, merayap pelan menuju Jakarta. Antrean panjang langsung terbentuk di setiap persimpangan, tak terkecuali di kawasan lampu merah Pemuda.
Dari empat penjuru, kendaraan terus membanjir. Begitu lampu lalu lintas berganti, lautan motor dan mobil langsung menyerbu. Suasana khas mudik: panas, ramai, dan sesak. Meski begitu, arus secara umum masih bisa dibilang bergerak. Tidak benar-benar macet total. Itu berkat jajaran petugas dari Pospam Pantura Kawasan Pemuda yang siaga penuh, mengatur ritme lalu lintas dengan aba-aba dan peluit mereka.
Namun begitu, ada pemandangan yang bikin was-was. Banyak sekali pemudik motor yang membawa muatan berlebihan. Bukan cuma boncengan tiga orang dewasa, tapi ada yang sampai nekat membawa lima penumpang sekaligus dua dewasa plus tiga anak kecil.
Seperti yang diakui Ibnu, pemudik asal Brebes ini. Dia terpaksa membawa ketiga anaknya naik motor satu menuju Jakarta.
Artikel Terkait
Tagana Sumbawa Dirikan Dapur Umum Usai Kebakaran Landa 31 Rumah
Aksa Mahmud: Pemimpin Mumpuni Butuh Fondasi Pendidikan yang Kokoh
Dubes Saudi di Indonesia Kecam Serangan Iran, Sebut Ancam Stabilitas Kawasan
Dua Striker Manchester United Cedera, Mundur dari Timnas