Ketika kobaran api melalap permukiman di Sumbawa pada Sabtu dini hari, 21 Maret lalu, suasana Idulfitri langsung berubah. Tapi, di tengah kepiluan itu, sekelompok orang sudah bergerak. Mereka adalah para relawan Tagana (Taruna Siaga Bencana), yang seperti biasa, langsung turun tangan.
“Ini panggilan jiwa kami,” ujar Dedi Susanto, Ketua Forum Komunikasi Tagana Kabupaten Sumbawa.
“Terlebih saat daerah kami sendiri yang dilanda bencana,” tambahnya, Selasa (24/3).
Begitu mendapat kabar, koordinasi dengan Dinas Sosial dan BPBD segera dilakukan. Arahan pun keluar: dirikan dapur umum. Dan mereka bergerak cepat. Menurut Dedi, berdasarkan prosedur tetap, dalam waktu satu jam pasca-bencana, personilnya sudah tiba di lokasi. Cepat sekali.
Bersama sekitar 20 anggota lainnya, mereka bekerja bergantian. Tugasnya sederhana tapi vital: memastikan warga yang kehilangan segalanya tetap bisa makan tiga kali sehari. Hingga kini, dari dapur umum itu telah terhidang kurang lebih 1.800 porsi makanan. Semuanya didistribusikan lewat RT dan RW setempat untuk menjangkau mereka yang mengungsi di rumah sanak keluarga karena itu, posko pengungsian khusus pun tak diperlukan.
Artikel Terkait
Pesawat Hercules C-130 Angkatan Darat Kolombia Jatuh di Putumayo, 66 Orang Tewas
Ranking FIFA: Indonesia Naik ke Posisi 121, Malaysia Jatuh 14 Peringkat
Polsek Pakuhaji Patroli Dermaga Cituis, Ingatkan Nelayan Soal Aturan Keselamatan Kapal
Kapolri Pantau Langsung Kesiapan Arus Balik Liburan dari Command Center Bali