Ketika kobaran api melalap permukiman di Sumbawa pada Sabtu dini hari, 21 Maret lalu, suasana Idulfitri langsung berubah. Tapi, di tengah kepiluan itu, sekelompok orang sudah bergerak. Mereka adalah para relawan Tagana (Taruna Siaga Bencana), yang seperti biasa, langsung turun tangan.
“Ini panggilan jiwa kami,” ujar Dedi Susanto, Ketua Forum Komunikasi Tagana Kabupaten Sumbawa.
“Terlebih saat daerah kami sendiri yang dilanda bencana,” tambahnya, Selasa (24/3).
Begitu mendapat kabar, koordinasi dengan Dinas Sosial dan BPBD segera dilakukan. Arahan pun keluar: dirikan dapur umum. Dan mereka bergerak cepat. Menurut Dedi, berdasarkan prosedur tetap, dalam waktu satu jam pasca-bencana, personilnya sudah tiba di lokasi. Cepat sekali.
Bersama sekitar 20 anggota lainnya, mereka bekerja bergantian. Tugasnya sederhana tapi vital: memastikan warga yang kehilangan segalanya tetap bisa makan tiga kali sehari. Hingga kini, dari dapur umum itu telah terhidang kurang lebih 1.800 porsi makanan. Semuanya didistribusikan lewat RT dan RW setempat untuk menjangkau mereka yang mengungsi di rumah sanak keluarga karena itu, posko pengungsian khusus pun tak diperlukan.
Namun begitu, upaya ini bukan kerja Tagana sendirian. Dedi mencatat, ada banyak pihak yang bahu-membahu.
“Para pendamping, SDM PKH, dan pilar sosial lainnya juga turut membantu. Dukungan juga datang dari TNI dan Polri,” katanya.
Kebakaran hebat di Desa Kalimango, Kecamatan Alas itu memang memilukan. Data terakhir, 31 rumah hangus dan 129 jiwa harus merasakan dampaknya.
Di sisi lain, bantuan resmi juga mulai mengalir. Kementerian Sosial, melalui gudang dinas setempat, telah menyalurkan bantuan tahap pertama. Isinya beragam, mulai dari 17 lembar kasur, puluhan paket makanan siap saji dan makanan anak, terpal, hingga paket sandang untuk dewasa dan anak-anak. Sebuah langkah awal untuk memulihkan yang terdampak.
Artikel Terkait
Bom Rakitan Meledak di Halaman Sekolah Brasil, 10 Remaja Terluka
Kebakaran di Kontrakan Ciracas Hanguskan 300 Meter Persegi, 15 Jiwa Selamat
Tiga Pendaki Masih Hilang Pascaserupsi Gunung Dukono, Tim SAR Perluas Pencarian
Marcos Peringatkan Pemimpin ASEAN soal Dampak Jangka Panjang Konflik Global