Ada perkembangan signifikan soal pangkalan udara. Arab Saudi dikabarkan telah setuju setidaknya dalam pembicaraan untuk mengizinkan pasukan AS menggunakan Pangkalan Udara King Fahd. Ini menarik, karena sebelumnya Kerajaan itu bersikukuh tidak akan meminjamkan fasilitasnya untuk serangan ke Iran.
Namun, situasinya berubah. Serangan bertubi-tubi ke Riyadh rupanya mengubah perhitungan.
Nada dari Riyadh sekarang lebih keras. Putra Mahkota Mohammed bin Salman, kata WSJ, ingin membangun kembali daya jera. Ambisinya hampir membawanya pada keputusan untuk ikut serta dalam serangan. Sebuah sumber bahkan bilang, ini cuma soal waktu. "Hanya masalah waktu sebelum kerajaan memasuki perang," ujarnya.
Jadi, meski belum ada tentara yang dikirim, semua persiapan dan kemitraan tempur sedang dipersiapkan. Jalannya masih panjang, tapi arahnya semakin jelas. Dan wilayah itu, seperti biasa, tetap seperti bubuk mesiu yang siap meledak kapan saja.
Artikel Terkait
Dirlantas Polda Metro Jaya Apresiasi PLN Jaga Pasokan Listrik Lancar Saat Lebaran
Menkominfo Akui Nusa Penida Masih Jadi Titik Buta Sinyal
Jasa Marga Tutup Sementara Rest Area KM 62B dan 52B untuk Antisipasi Arus Balik
Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Tembus 190 Ribu, Puncak Arus Balik Diprediksi Akhir Pekan