Menkominfo Akui Nusa Penida Masih Jadi Titik Buta Sinyal

- Selasa, 24 Maret 2026 | 16:45 WIB
Menkominfo Akui Nusa Penida Masih Jadi Titik Buta Sinyal

Liburan panjang di Bali ternyata masih menyisakan satu masalah klasik bagi sebagian wisatawan: susah sinyal. Hal ini diakui langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, usai mendengar keluhan para pelancong yang memanfaatkan momen libur Nyepi dan Idulfitri di Pulau Dewata.

“Tadi dapat masukan berharga,” ujar Meutya di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Selasa (24 Maret 2026). “Masalahnya bukan cuma karena jaringan padat, tapi ternyata masih ada daerah-daerah di Bali yang sama sekali belum terjangkau sinyal.”

Daerah yang dimaksud adalah Nusa Penida. Pulau dengan kontur berbukit di Kabupaten Klungkung itu disebut-sebut masih menjadi titik buta jaringan internet. Menurut Menkominfo, ini jadi pekerjaan rumah bagi para operator seluler untuk segera menanganinya.

“Contohnya Nusa Penida. Sementara Nusa Lembongan di sebelahnya sudah bagus,” jelasnya.

“Jadi ini bukan sekadar soal kemacetan lalu lintas data. Lebih ke perlunya peningkatan infrastruktur konektivitas di beberapa titik wisata tertentu,” sambungnya.

Keluhan itu sendiri datang dari seorang wisatawan asal Yogyakarta yang ditemui di bandara. Operator yang disebut bermasalah adalah Telkomsel. Menanggapi laporan itu, Meutya langsung menghubungi pihak operator.

“Mereka menyanggupi perbaikan dalam dua minggu ke depan. Baguslah. Harapannya, saat liburan sekolah nanti, aksesnya sudah lebih lancar,” tutur Meutya.

Meski ada titik yang belum terjangkau, secara umum kecepatan internet di Bali selama periode Posko Bersama Ramadhan dan Idulfitri (Rafi) 13-24 Maret 2026 terbilang tinggi. Rata-ratanya mencapai 105 Mbps, mengalahkan kecepatan rata-rata nasional.

Meutya tetap berkomitmen menjaga konektivitas selama arus mudik Lebaran. Ia membuka kanal aduan melalui 500 Posko Bersama Rafi yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk menerima laporan langsung saat ia berkunjung ke titik-titik vital seperti Bandara Ngurah Rai.

“Keluhan yang masuk, baik langsung ke saya maupun via posko, sekitar 90 persen langsung kami tindaklanjuti,” klaimnya.

Pengalaman berbeda justru diceritakan Nia Adani (27), salah satu wisatawan yang diajak bicara menteri. Selama delapan hari berkeliling Bali, mulai dari Canggu, Ubud, hingga Uluwatu dan Nusa Lembongan, ia mengaku tidak pernah mengalami kendala berarti. Komunikasi dengan keluarga di Yogyakarta berjalan lancar.

“Sinyal aman-aman saja untuk saya,” kata Nia.

Namun begitu, ia mengakui temannya sempat mengalami kesulitan. “Tapi ada teman yang memang agak kesulitan dapat sinyal saat di Nusa Penida,” ujarnya.

Jadi, meski secara umum jaringan di Bali cukup kencang, tetap ada cerita tentang spot-spot tertentu yang masih gelap. Seperti Nusa Penida. Itulah yang sekarang coba diperbaiki.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar