Menghadapi arus balik yang kian padat, PT Jasa Marga memutuskan untuk mendukung kebijakan buka-tutup rest area di ruas tol Jakarta-Cikampek. Langkah ini, berdasarkan diskresi Kepolisian, terutama diterapkan di Rest Area KM 62B arah Jakarta. Tujuannya jelas: mengurai kepadatan dan menjaga kelancaran di ruas utama itu.
Tak cuma itu, rest area lain juga ikut ditutup sementara. Menurut Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, penutupan serupa berlaku untuk Rest Area KM 52B dengan pertimbangan yang sama lalu lintas menuju Jakarta yang melonjak signifikan.
Lantas, di mana pengendara bisa beristirahat?
"Kami imbau pengguna Tol Japek arah Jakarta untuk memanfaatkan rest area lain, seperti di KM 42B atau KM 19B," ujar Rivan dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).
Dia melanjutkan, bagi yang datang dari arah Cipularang, bisa menuju KM 97B, 88B, atau 72B. Sementara dari arah Cipali, pilihannya ada di KM 130B dan KM 101B.
Rivan juga mengingatkan opsi lain. Kalau rest area dalam tol sudah penuh, jangan dipaksakan. "Pengguna jalan bisa keluar lewat akses terdekat untuk mencari tempat istirahat alternatif di luar jalan tol," jelasnya.
Persiapan jadi kunci. "Atur waktu dan tentukan lokasi istirahat sebelum masuk tol," tambahnya.
Di balik layar, koordinasi dengan Kepolisian terus digencarkan. Pengalihan kendaraan barang, khususnya, diatur ketat sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) di titik-titik rawan seperti GT Palimanan. Rivan menekankan pentingnya kepatuhan pengemudi kendaraan berat.
"Khusus untuk kendaraan sumbu tiga atau lebih, kami minta patuhi ketentuan SKB yang melarang operasional pada periode 13 hingga 29 Maret 2026," tegasnya.
Untuk mengurai puncak arus balik, Jasa Marga punya sejumlah imbauan. Masyarakat diharap bisa menghindari tanggal puncak, yakni 24, 28, dan 29 Maret. Manfaatkan saja kebijakan 'Work From Anywhere' pada 25-27 Maret. Ada juga diskon tarif tol 30% di sembilan ruas strategis pada 26-27 Maret siapa yang tidak mau hemat?
Di sisi lain, pemerintah juga tak tinggal diam. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyoroti pentingnya sinergi semua pihak. Arus balik tahun ini diprediksi datang dalam beberapa gelombang, jadi kewaspadaan harus tetap tinggi.
"Kami apresiasi kepatuhan pelaku usaha logistik dan pengawalan jajaran Kepolisian di lapangan. Sinergi ini krusial untuk keamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat," kata Dudy.
Pesan utamanya: rencanakan perjalanan dengan matang. Hindari tanggal-tanggal puncak supaya jalanan tidak terlalu sesak dan perjalanan pun jadi lebih nyaman.
Terakhir, Jasa Marga mengingatkan pentingnya informasi real-time. Situasi di jalan bisa berubah cepat. Masyarakat disarankan rajin mengecek update rekayasa lalu lintas dari Kepolisian melalui berbagai kanal. Bisa lewat Call Center 133, Aplikasi Travoy, akun media sosial @PTJASAMARGA, atau mendengarkan Radio Travoy FM. Dengan persiapan yang baik, perjalanan mudik balik pun diharapkan bisa berlangsung lebih lancar dan aman.
Artikel Terkait
Polairud Polda Riau Gelar Layanan Kesehatan Gratis dan Bantuan Sosial di Pesisir Indragiri Hilir
Pemprov DKI Canangkan HUT ke-499 Jakarta di Rasuna Said, Ajak Warga Pilah Sampah
Badut Penjual Balon di Mojokerto Bunuh Mertua, Akui Gelisah karena Khawatirkan Nasib Anak Balita
Polrestabes Surabaya Bekuk 44 WNA Pelaku Penipuan Daring Internasional Bermodus Kantor Polisi Palsu