Hujan deras mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Kamis kemarin. Genangan air pun tak terhindarkan, merendam sejumlah ruas jalan ibukota. Menanggapi hal ini, Presiden Prabowo Subianto langsung memberi arahan: tambah operasi modifikasi cuaca di wilayah Jabodetabek.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengonfirmasi instruksi tersebut. Ia mengakui, intensitas hujan dalam dua hari terakhir memang luar biasa tinggi.
"Tentunya kami menyampaikan rasa prihatin bahwa dalam dua hari ini, terutama hari ini, curah hujan cukup tinggi sehingga menyebabkan terjadi genangan air di beberapa ruas jalan di Ibu Kota. Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat yang terdampak,"
ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Menurutnya, arahan Presiden itu sudah ditindaklanjuti dengan koordinasi intens. Pemerintah pusat telah menghubungi Pemprov DKI Jakarta, BNPB, dan tentu saja BMKG. Tujuannya satu: memperkuat skala operasi modifikasi cuaca yang sedang berjalan.
"Kami telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait... untuk bagaimana memperkuat atau menambah operasi modifikasi cuaca yang dilaksanakan di wilayah Jabodetabek dengan harapan bisa mengurangi tingginya curah hujan,"
tuturnya lagi.
Lalu, kenapa hujan bisa sehebat ini? Prasetyo menyitir data dari BMKG. Wilayah Jabodetabek saat ini sedang berada di puncak musim hujan. Puncaknya diprediksi bakal berlangsung sampai akhir Januari 2026 nanti. Wajar saja kalau potensi banjir dan genangan di kota-kota besar seperti Jakarta makin mengkhawatirkan.
"Karena memang ini memasuki puncak curah hujan sampai akhir bulan Januari berdasarkan laporan dan data dari BMKG,"
jelasnya.
Di sisi lain, bagaimana pemantauan langsung dari Presiden? Prasetyo memastikan bahwa Prabowo terus memonitor perkembangan terakhir dari lapangan. Komunikasi dengan jajaran terkait, katanya, berjalan intens selama dua hari ini untuk menangani dampak hujan lebat.
"Berkenaan dengan pertanyaan apakah Presiden memonitor, perlu kami sampaikan bahwa dalam dua hari ini beliau terus memonitor dan berkomunikasi dengan kami, jajaran di tanah air. Sebagaimana tadi kami sampaikan, itu juga atas petunjuk dan arahan dari Presiden,"
pungkas Prasetyo.
Artikel Terkait
Pedagang Rujak di Cirebon Berangkat Haji Setelah 27 Tahun Menyisihkan Recehan
Timnas Indonesia U-17 Hadapi China di Laga Perdana Piala Asia U-17 2026, RCTI Siarkan Langsung
Menteri Ara Targetkan Rusun di Atas Lahan KAI Tanah Abang Tampung 4.000 Orang
Universitas Terbuka Buka 37 Lowongan Kerja untuk Lulusan D3 dan S1, Pendaftaran hingga 25 April 2026