Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, punya rencana besar. Ia ingin mendorong 5 juta keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Jawa Timur untuk bergabung menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Tujuannya jelas: agar mereka tak sekadar terima bantuan, tapi juga terjun langsung dalam kegiatan ekonomi yang produktif.
Gagasan ini disampaikan Gus Ipul di Desa Gejugjati, Kabupaten Pasuruan, Selasa lalu. Di sana, ia menghadiri acara kolaborasi antara koperasi desa dan program PKH. Suasana lapangan terasa hangat, penuh harapan.
"Ada 229 ribu penerima manfaat di Pasuruan. Dan totalnya, 5 juta di seluruh Jatim akan kami dorong masuk Kopdes Merah Putih," ujar Gus Ipul.
Menurutnya, dengan jadi anggota koperasi, status mereka berubah. Bukan cuma konsumen yang membeli, tapi juga pemilik yang berhak menikmati hasil keuntungan usaha koperasi. Sebuah langkah yang diharapkan bisa mengubah pola pikir dari sekadar menerima jadi ikut memiliki.
Kolaborasi antara program bansos dan koperasi desa ini, bagi Gus Ipul, adalah jantung dari pemberdayaan. Pemerintah punya keinginan kuat.
"Kami ingin para penerima bantuan tidak cuma menunggu kiriman setiap tiga bulan. Tapi lebih dari itu, keluarga mereka harus jadi makin berdaya," tegasnya.
Di sisi lain, Gus Ipul tak lupa menekankan soal data. Presiden Prabowo Subianto, katanya, berulang kali mengingatkan pentingnya data yang akurat dalam menangani kemiskinan.
"Banyak orang menderita tapi tak terlihat. Presiden minta kita mulai dari data. Kalau datanya benar, intervensi pemerintah juga akan tepat sasaran," tambah Gus Ipul.
Ia juga mengajak masyarakat untuk proaktif. Melaporkan kondisi di lingkungannya melalui saluran-saluran yang sudah disediakan Kementerian Sosial.
Semua upaya penanganan kemiskinan, ditegaskannya lagi, harus berjalan terarah dan berkelanjutan. Sementara itu, di pihak penerima bantuan, harus tumbuh semangat untuk mandiri.
"Setelah dapat bansos, harus ada tekad untuk bangkit. Seperti slogan kami: bansos sementara, berdaya selamanya," pungkas Gus Ipul.
Acara di Gejugjati itu sendiri cukup meriah. Hadir juga Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah. Mereka bersama-sama menyerahkan secara simbolis Kartu Tanda Anggota dan buku simpanan kepada perwakilan penerima PKH. Tak ketinggalan, paket sembako juga dibagikan.
Yang menarik, bantuan mengalir dari berbagai pihak. Menteri Koperasi menyerahkan bantuan dari BNI berupa simpanan pokok dan wajib untuk 400 anggota KDMP setempat, total nilainya Rp 20 juta.
Dukungan lain juga datang. PT Pupuk Indonesia menyumbang pupuk. Perum Bulog memberikan komputer untuk operasional koperasi. ID Food menghadirkan mesin printer dan sembako untuk modal usaha. Bahkan PT Pertamina turut serta dengan memberikan tablet.
Secara khusus, Gus Ipul juga menyerahkan bantuan pemberdayaan sosial yang cukup signifikan. Kepada sebuah kelompok masyarakat yang dipimpin Zubaidah, disalurkan 100 paket ayam petelur senilai Rp 570 juta.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang hadir menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, ini bisa jadi wadah penguatan ekonomi yang powerful di tingkat desa.
"Kolaborasi Kopdes dengan PKH akan menjadi wadah bagi banyak hal-hal baik di skala desa," kata Emil.
Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono membeberkan fakta menarik. Saat ini sudah ada sekitar 2.200 bangunan gudang dan gerai yang dikelola KDMP. Pemerintah bahkan sedang membangun lagi sekitar 32 ribu unit serupa di berbagai daerah.
"Bangunan ini bukan cuma tembok dan atap. Ini akan dikelola KDMP untuk menghidupkan ekonomi warga desa," jelas Ferry.
Rencananya memang besar. Eksekusinya tentu tak mudah. Tapi setidaknya, dari sebuah desa di Pasuruan, langkah awal sudah dimulai.
Artikel Terkait
Jakarta Barat Kumpulkan 217 Kg Ikan Sapu-sapu, Transjakarta Rp1 Diserbu Warga
Hari Malaria Sedunia 2026: WHO Luncurkan Kampanye Akhiri Malaria, Seruan Pendanaan dan Inovasi Diperkuat
Gencatan Senjata Israel-Lebanon Diperpanjang Tiga Pekan, Pengamat Nilai Rapuh Jika AS dan Iran Turun Tangan
Polisi Bekuk Empat Pelaku Ganjal ATM di Minimarket Tangerang, Jaringan Lintas Daerah