Mantan Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, kembali mendapat pukulan telak dari pengadilan. Kali ini, bersama istrinya, Bushra Bibi, dia dihukum 17 tahun penjara. Kasusnya berkaitan dengan pembelian hadiah negara yang dianggap curang, dengan harga jauh di bawah pasaran.
Vonislah yang diumumkan pengacara keluarga, Rana Mudassar Umer, kepada Reuters pada Sabtu (20/12/2025).
"Pengadilan mengumumkan hukuman tanpa mendengarkan pembelaan terdakwa," ujarnya, dengan nada kecewa. "Langsung menjatuhkan hukuman 17 tahun penjara kepada Imran Khan dan Bushra Bibi dengan denda yang besar."
Ini tentu saja menambah panjang daftar masalah hukum yang dihadapi Khan. Sejak digulingkan dari kekuasaan pada 2022, puluhan kasus menunggunya. Dari korupsi, hal-hal terkait terorisme, sampai urusan rahasia negara. Dan dia sudah mendekam di penjara sejak Agustus tahun lalu.
Di sisi lain, Khan sendiri selalu bersikukuh. Dia membantah semua tuduhan itu. Partainya pun berteriak lantang, menyebut semua ini adalah permainan politik kotor untuk menjegalnya.
Rincian putusan pengadilan cukup detail. Untuk pelanggaran kepercayaan, mereka dihukum 10 tahun penjara berdasarkan kitab pidana. Lalu, ada tambahan 7 tahun lagi dari undang-undang antikorupsi. Totalnya ya 17 tahun itu.
Tak cuma itu. Mereka juga harus merogoh kocek dalam-dalam. Denda yang harus dibayar masing-masing mencapai 16,4 juta Rupee Pakistan. Kalau dirupiahkan, angkanya sekitar Rp 978,3 juta. Bukan jumlah yang sedikit.
Situasinya semakin rumit bagi sang mantan pemimpin. Masa tahanannya kian panjang, sementara gema dukungan dari pendukungnya di luar sana masih terus terdengar, meski samar-samar.
Artikel Terkait
Ledakan di Kapal Motor Aceh Hebat 2 di Pelabuhan Ulee Lheue Lukai 15 Orang, 14 Mahasiswa dan 1 Kru Mesin
Bank Jakarta Hadirkan Layanan Pembayaran Pajak Kendaraan di Jakarta Fair
Polisi Tangkap Sopir Truk Tabrak Lari yang Tewaskan Tokoh Pramuka Senior Herman Sulistyo
Pemprov Jateng Dorong Program MBG Serap Bahan Baku Lokal Demi Dongkrak Ekonomi Peternak