Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memimpin langsung pelaksanaan salat Jumat berjamaah bersama para siswa dan tenaga pendidik di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan, Jumat (12/6/2026). Kegiatan ini tidak sekadar menjalankan ibadah rutin, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan vertikal dengan Tuhan sekaligus fondasi pembentukan karakter dan bekal dalam membangun harmoni antarsesama.
Dalam tausiahnya, Gus Ipul mengangkat kandungan Surat Ali Imran ayat 190 hingga 191 yang berbicara tentang ulil albab, yakni golongan manusia yang berakal. Ia menegaskan bahwa ciri utama dari mereka yang berakal adalah senantiasa mengingat Allah dalam setiap keadaan, tanpa memandang waktu dan situasi.
“Orang yang berakal menurut Allah itu orang yang mengingat Allah dahulu. Sebab orang kalau selalu mengingat Allah, di mana pun dalam keadaan apa pun, akan selamat,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (12/6/2026).
Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu berpesan agar kebiasaan mengingat Tuhan tidak hanya dilakukan saat lapang, tetapi juga ketika menghadapi kesulitan. Menurutnya, sikap tersebut akan melahirkan rasa syukur yang mendalam atas seluruh nikmat yang telah diberikan.
“Waktu berdiri, waktu duduk maupun waktu rebahan ingat Allah. Sebab orang kalau selalu mengingat Allah isinya itu bersyukur,” katanya.
Gus Ipul kemudian mengingatkan bahwa rasa syukur merupakan kunci datangnya tambahan nikmat, sebagaimana dijanjikan dalam Al-Qur’an. Sebaliknya, sikap mengingkari nikmat justru dapat mendatangkan konsekuensi buruk bagi kehidupan manusia.
“Kalau kita mensyukuri itu, maka Allah janjikan akan ditambah, tapi kalau justru sebaliknya, mengingkari maka sesungguhnya azab Allah (akan datang),” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa setelah mengingat Allah, manusia kemudian diperintahkan untuk menggunakan akal pikirannya guna merenung dan mengambil pelajaran dari setiap peristiwa. Karena itu, salat Jumat menurutnya bukanlah sekadar ritual mingguan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat kesadaran spiritual.
“Salat Jumat ini adalah bagian dari motivasi dan dorongan dari Allah kepada kita supaya bisa mengingat betul, bahwa mengingat Allah itu yang paling utama,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Gus Ipul juga menyampaikan motivasi khusus kepada para siswa Sekolah Rakyat. Ia menyebut mereka sebagai anak-anak yang beruntung karena mendapat kesempatan belajar melalui program strategis yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
“Nah anak-anakku sekalian, hari-hari ini kalian adalah orang-orang yang beruntung dengan program strategis Bapak Presiden ini mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pembelajaran dengan lingkungan yang berkualitas. Ini adalah kesempatan emas yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Menurut Gus Ipul, hampir satu tahun proses pembelajaran di Sekolah Rakyat menjadi momen penting bagi para siswa untuk melakukan introspeksi diri. Ia mendorong mereka untuk merenungkan perjalanan selama setahun terakhir.
“Kita harus introspeksi, bermuhasabah, merenungkan perjalanan selama satu tahun. Apa yang kita syukuri, apa yang kita dustakan, kebaikan apa yang sudah kita lakukan dan keburukan apa yang belum bisa kita hindari,” paparnya.
Ia pun berpesan agar para siswa senantiasa menjaga hubungan baik dengan Allah sebagai bekal utama dalam membangun relasi yang harmonis dengan sesama manusia.
“Perbaiki hubunganmu dengan Allah maka Allah akan memperbaiki hubunganmu dengan sesama manusia,” kata Gus Ipul.
Di penghujung arahannya, Menteri Sosial menyampaikan doa dan harapan bagi seluruh siswa dan guru Sekolah Rakyat agar terus bersemangat dalam menuntut ilmu dan mengabdi.
“Selamat belajar para siswa, selamat mengabdi para guru. Mudah-mudahan Allah memberikan imbalan yang terbaik,” pungkasnya.
Salat Jumat berjamaah tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Staf Khusus Mensos Malik Haramain dan Fatkhurohman Taufik, Tenaga Ahli Mensos Andy Kurniawan, Kepala Pusdiklat Afrizon Tanjung, Kepala Pusat Data dan Informasi Kessos Joko Widiarto, serta para siswa dan tenaga pendidik SRMA 10 Jakarta Selatan.
Artikel Terkait
Wamendagri Dorong Rumah Sakit Daerah Transformasi Tata Kelola dan Pelayanan
Polisi Bongkar Judi Online Terintegrasi Pencucian Uang, Satu Otak Bandar Ditangkap di Kalbar
Polda Metro Bantah Terima Surat Pemberitahuan Demo Mahasiswa di Bundaran HI
Gubernur Pramono Imbau Mahasiswa Demo di Bundaran HI Jaga Fasilitas Umum