Industri Tekstil dan Alas Kaki Siap Hadapi Lonjakan Permintaan Jelang Idulfitri

- Selasa, 10 Maret 2026 | 16:10 WIB
Industri Tekstil dan Alas Kaki Siap Hadapi Lonjakan Permintaan Jelang Idulfitri

Menjelang Idulfitri, permintaan terhadap pakaian dan sepatu baru biasanya melonjak. Nah, kabar baiknya, industri tekstil dan alas kaki dalam negeri mengaku siap siaga menghadapi tren tahunan ini. Kementerian Perindustrian memastikan kapasitas produksi nasional dalam kondisi optimal untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik selama Ramadan hingga hari raya nanti.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan hal itu. "Setiap tahun, momentum Ramadan dan Idulfitri selalu diikuti dengan peningkatan konsumsi masyarakat," ujarnya di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Berdasarkan koordinasi dengan pelaku usaha, kapasitas produksi saat ini dinilai cukup. Jadi, stok untuk busana muslim, kain sarung, atau sepatu baru seharusnya aman.

Di sisi lain, peran sektor ini memang jauh lebih besar dari sekadar memenuhi kebutuhan lebaran. Industri tekstil dan alas kaki adalah tulang punggung manufaktur yang padat karya. Kontribusinya terhadap perekonomian nasional tidak main-main. Sepanjang 2025 lalu, industri TPT tercatat tumbuh 3,55 persen. Angkanya mungkin tak fantastis, tapi kontribusinya terhadap PDB hampir mencapai 1 persen.

Yang lebih nyata adalah serapan tenaga kerjanya. Rizky Aditya Wijaya, Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin, menyoroti fungsi sosial sektor ini. "Sektor TPT terus menjalankan fungsi sosial dan ekonominya sebagai industri padat karya," katanya.

Data pada Agustus 2025 menunjukkan, sektor ini menyerap hampir 4 juta pekerja. Jumlah itu meningkat dibanding posisi Februari di tahun yang sama. Artinya, lapangan kerja yang tercipta masih signifikan.

Namun begitu, persiapan menghadapi lonjakan permintaan tidak boleh asal-asalan. Pemerintah mengaku telah menjalankan sejumlah langkah strategis. Mulai dari memonitor kapasitas produksi di pabrik-pabrik, mengawasi pasokan bahan baku, hingga memperlancar distribusi. Mereka juga berkoordinasi ketat dengan produsen serat, benang, dan bahan baku alas kaki. Tujuannya jelas: menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar