Suasana pagi di sebuah SD di Cilincing, Jakarta Utara, tiba-tiba berubah jadi kacau. Sebuah mobil Gran Max putih nyelonong masuk ke area lapangan sekolah. Bukan cuma melintas, kendaraan itu malah menabrak sejumlah siswa yang sedang ada di sana. Beberapa anak terpelanting, ada yang sampai terperangkap di kolong mobil.
Video kejadian ini langsung membanjiri media sosial pagi tadi, Kamis (11/12). Rekaman yang beredar cukup mengerikan. Mobil itu terlihat sudah berhenti di tengah lapangan, dikelilingi kerumunan. Di sekitarnya, beberapa siswa berseragam merah putih tergeletak. Mereka tampak kesakitan dan sulit untuk bangun.
Yang bikin hati ciut, terlihat jelas ada siswa yang masih terjebak di bawah mobil. Suasana lapangan pun riuh rendah. Tangisan histeris siswa-siswa lain terdengar jelas, sementara mereka dan para guru berusaha menolong korban yang masih tertindas besi itu.
Suara orang yang merekam video pun terdengar panik dan emosional.
"Ya Allah sopir MBG apa-apaan ini, ya Allah itu tolongin ya Allah," teriaknya.
Menurut narasi yang beredar, insiden naas ini terjadi sekitar pukul 06.30 WIB pagi tadi. Mobil putih yang menjadi penyebabnya diduga kuat adalah kendaraan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bayangkan, mobil yang seharusnya membawa bantuan malah berakhir jadi alat malapetaka.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Erick Frendriz, membenarkan kabar ini saat dikonfirmasi. Meski begitu, detail lengkapnya masih diselidiki.
"Betul (kejadian tersebut). Saya masih cek TKP ya," ujar Erick.
Pihak kepolisian kini tengah turun tangan memeriksa lokasi kejadian untuk mengungkap duduk perkaranya. Masyarakat pun masih menunggu penjelasan resmi bagaimana mobil itu bisa masuk dan menyebabkan kecelakaan yang mengenaskan di lingkungan sekolah.
Artikel Terkait
Kompolnas Resmi Berkantor di Graha Sentana, Perkuat Pengawasan dan Layanan Pengaduan Digital
Laga Persija Vs Persib Dipindah ke Samarinda Imbas Kekhawatiran Keamanan di Jakarta
Pemerintah Pastikan Anggaran 165 Petugas Penjaga Perlintasan Kereta di Sumatera Barat Aman Hingga 2026, Pembangunan Palang Dimulai 2027
Erin Taulany Bantah Aniaya ART, Balik Tuding Korban Rekam dan Sebar Konten Isi Rumah