Langkah tegas diambil Turki menyusul ketegangan di perbatasannya. Pemerintah Ankara mengumumkan telah mengerahkan sistem pertahanan rudal Patriot di wilayahnya. Keputusan ini muncul hanya sehari setelah aliansi NATO berhasil mencegat rudal balistik kedua yang diluncurkan dari Iran dan masuk ke wilayah udara Turki.
Kementerian Pertahanan Turki, dalam sebuah pernyataan yang dirilis Selasa (10/3/2026), menyebut langkah-langkah keamanan tengah diintensifkan.
"Langkah-langkah yang diperlukan sedang diambil untuk keamanan perbatasan dan wilayah udara kita, dan konsultasi sedang dilakukan dengan NATO dan sekutu-sekutu kita," begitu bunyi pernyataan mereka, seperti dilaporkan AFP.
Pernyataan itu menambahkan, "Selain langkah-langkah yang telah kita ambil di level nasional, NATO telah memperkuat langkah-langkah pertahanan udara dan rudalnya."
"Dalam cakupan ini, sistem Patriot yang ditugaskan untuk mendukung perlindungan wilayah udara kita sedang dikerahkan di Malatya."
Malatya sendiri bukan lokasi sembarangan. Kota di wilayah tengah Turki ini adalah rumah bagi pangkalan udara Kurecik fasilitas vital yang dijaga pasukan Amerika Serikat. Di sinilah NATO menempatkan sistem radar peringatan dini canggihnya, yang kemampuannya mendeteksi peluncuran rudal dari Iran sudah bukan rahasia lagi.
Keberadaan radar itu sendiri kerap jadi sumber ketegangan. Meski Ankara dengan keras membantah data dari radar tersebut pernah digunakan untuk membantu Israel, fakta bahwa ia ada di sana sudah cukup membuat Teheran merasa was-was.
Insiden yang memicu eskalasi ini beruntun. Sebelum rudal kedua dicegat, pada 4 Maret lalu, pertahanan udara NATO sudah lebih dulu menembak jatuh sebuah rudal Iran di langit Turki. Kala itu, militer Iran membantah keras bahwa mereka menargetkan Ankara.
Namun begitu, terdeteksinya peluncuran rudal kedua itu rupanya jadi pemicu bagi Amerika Serikat untuk bertindak. Mereka segera menutup konsulatnya di Adana, kota di Turki selatan, dan mengeluarkan imbauan mendesak. Semua warga negara AS didesak untuk segera meninggalkan wilayah tenggara Turki, menandakan situasi yang dinilai semakin berisiko.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Pemerintah Tak Lengah Meski Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton
Remaja 16 Tahun Divonis 15 Tahun Penjara atas Pembunuhan Guru Bahasa Spanyol di Prancis
Syekh Ahmad Al Misry Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Santri
Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan Sembilan Orang, Lima di Antaranya Polisi