Di kediamannya yang terletak di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Megawati Soekarnoputri menerima tamu istimewa pada Selasa (10/3/2026) lalu. Tamu itu adalah Mohammad Boroujerdi, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia. Pertemuan itu bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan untuk sebuah misi diplomatik yang bersifat personal.
Megawati, yang juga Presiden kelima Indonesia, menyampaikan ucapan selamatnya atas terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Ucapan itu ia tuangkan dalam sebuah surat yang disodorkannya langsung kepada Dubes Boroujerdi.
"Ini adalah surat kedua, saya merasa gembira bahwa karena Iran sekarang sudah punya pemimpin kembali," kata Megawati.
Rupanya, ini bukan kali pertama ia berkirim surat ke negeri tersebut. Beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada 3 Maret, Megawati telah lebih dulu mengirimkan surat duka cita. Surat itu ia tujukan untuk menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei, sang pemimpin sebelumnya, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel di Teheran akhir Februari lalu.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, Megawati tidak datang sendirian. Ia didampingi sejumlah petinggi partainya, PDIP. Sekjen Hasto Kristiyanto hadir, bersama beberapa Ketua DPP seperti Ahmad Basarah, Yasonna Laoly, Eriko Sotarduga, serta Andi Widjajanto dari Badan Riset dan Analisis Kebijakan.
Untuk memperkuat pernyataan dan menunjukkan kedekatan historis, Megawati juga menunjukkan sebuah foto kenangan. Foto itu diambil dari kunjungan resminya ke Teheran pada 2004 silam, yang menangkap momen pertemuannya dengan almarhum Ayatollah Ali Khamenei.
"Ini bukti saya punya hubungan persahabatan dengan almarhum Ayatollah Ali Khamenei," ujarnya kepada sang Duta Besar.
Percakapan mereka berlangsung cukup lama, lebih dari satu jam. Sebelum pertemuan berakhir, ada satu hal lagi yang diberikan Megawati. Sebagai tanda mata, ia menyerahkan sebuah kemeja tenun ikat khas Bali kepada Dubes Boroujerdi.
Mojtaba Khamenei, pemimpin baru yang mendapat ucapan selamat itu, adalah putra kedua dari Ali Khamenei. Sang ayah, seperti diketahui, meninggal dunia pada 28 Februari akibat serangan yang mengguncang Teheran.
Artikel Terkait
Syekh Ahmad Al Misry Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Pelecehan Seksual terhadap Santri
Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan Sembilan Orang, Lima di Antaranya Polisi
Anggota DPR Desak Polisi Tindak Tegas Debt Collector yang Tipu Ambulans dan Damkar demi Tagih Utang
Muhammad Awaluddin Resmi Ditunjuk sebagai Direktur Utama Jasa Raharja