Ketegangan di Teluk semakin memanas. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, menurut laporan terbaru, disebut-sebut semakin mendekat dengan Amerika Serikat dan Israel. Tujuannya jelas: menghadapi ancaman bersama dari Iran.
Laporan dari The Wall Street Journal ini, yang dikutip oleh Anadolu Agency, mengungkapkan langkah-langkah konkret yang sedang dipertimbangkan. Intinya, kedua negara Teluk itu mendukung upaya AS, terutama untuk operasi udara dan menekan keuangan Teheran. Namun begitu, mereka belum sampai pada titik mengerahkan tentara secara terbuka di medan perang.
Serangan Iran yang terus-menerus memang sudah bikin jengkel. Rudal dan drone mereka kerap menghantam fasilitas energi, mengganggu perekonomian, dan membuat Riyadh serta Abu Dhabi waspada. Ancaman jangka panjangnya lebih serius lagi: pengaruh Iran atas Selat Hormuz yang vital.
Di sisi lain, negara-negara Teluk sebenarnya ogah berperang langsung. Tapi tekanan itu nyata. Apalagi, menurut sejumlah saksi, Teheran terus menunjukkan sinyal ingin memperluas otoritasnya di wilayah yang kaya minyak itu.
Artikel Terkait
Dirlantas Polda Metro Jaya Apresiasi PLN Jaga Pasokan Listrik Lancar Saat Lebaran
Menkominfo Akui Nusa Penida Masih Jadi Titik Buta Sinyal
Jasa Marga Tutup Sementara Rest Area KM 62B dan 52B untuk Antisipasi Arus Balik
Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Tembus 190 Ribu, Puncak Arus Balik Diprediksi Akhir Pekan