Leapmotor sendiri tak berpuas diri. Mereka sudah meluncurkan generasi terbaru teknologi ini, yaitu C2C 2.0, yang menawarkan level integrasi sistem yang lebih tinggi lagi. Sistem ini dilengkapi dengan manajemen baterai cerdas yang mampu memantau performa dan kondisi keamanan secara real-time.
Teknologi ini bukan lagi sekadar wacana. Beberapa model andalan Leapmotor, seperti C01, C11, dan yang terbaru C10, sudah mengadopsi arsitektur terintegrasi ini. C10, misalnya, dikembangkan sepenuhnya dengan platform kendaraan listrik yang memanfaatkan pendekatan C2C.
Untuk mempercepat ekspansi global, Leapmotor juga menjalin kolaborasi strategis yang cukup mencengangkan. Mereka bekerja sama dengan raksasa otomotif Stellantis. Kerja sama ini ditujukan untuk memperluas pengembangan dan jaringan distribusi kendaraan listrik mereka di berbagai pasar internasional, termasuk kemungkinan masuk ke Indonesia.
Dengan tren adopsi kendaraan listrik yang kian masif, inovasi di bidang baterai seperti C2C jelas menjadi salah satu kunci. Leapmotor lewat teknologi ini ingin menegaskan komitmennya: menghadirkan mobil listrik yang tidak hanya efisien, tetapi juga stabil, aman, dan berteknologi tinggi untuk mendukung mobilitas masa depan.
(UDA)
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran 2026: Pemudik Terjebak Macet 14 Jam di Jalur Sukabumi
KPK Ubah Status Tahanan Yaqut Cholil Qoumas ke Rumah Usai Diketahui Idap GERD Akut dan Asma
Kapolri Pantau Destinasi Wisata, Waspadai Perpotongan Arus Balik dan Liburan
Presiden Palestina Peringatkan Bahaya Proyek Israel Raya dan Desak Konferensi Perdamaian