Menurut Fechy, hubungan DA dan Fuad yang terjalin lewat pernikahan siri belakangan memang kerap diwarnai pertengkaran. Puncaknya, sang pelaku merasa sangsi istrinya punya hubungan dengan pria lain. Mereka bahkan sudah tak lagi tinggal serumah.
"Jadi terkait kronologi kejadian pembunuhan, antara pelaku dengan korban adalah suami-istri, mereka nikah siri. Beberapa hari belakangan terjadi cekcok, sering ribut karena pelaku cemburu dengan korban yang diduga memiliki hubungan dengan laki-laki lain," papar Fechy lebih lanjut.
Pertemuan terakhir mereka justru menjadi pemicu. Pada Jumat, 20 Maret 2026, Fuad melihat mantan istrinya itu sedang bersama seorang pria di sebuah Bazar Ramadan.
"Sempat didatangi, ditanya, tapi si prianya pergi, dia kemudian ributlah dengan korban. Setelah dari situ, pergi, berpisah mereka di Bazar," tuturnya.
Pertengkaran di tempat umum itu rupanya bukan akhir. Ia justru menjadi awal dari sebuah niat jahat yang berakhir tragis di sebuah kontrakan sunyi.
Artikel Terkait
Ledakan Petasan di Pekalongan Tewaskan Dua Remaja, Satu Korban Tak Bersalah Turut Terluka
Iran Tegaskan Tidak Ada Negosiasi dengan AS, Siapkan Respons Keras untuk Serangan
Mantan Menag Yaqut Jalani Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Kembali ke Rutan KPK
Arus Kendaraan ke Puncak Turun 25% di H+3 Lebaran