Hujan deras yang mengguyur Bekasi Sabtu malam lalu benar-benar menyisakan duka. Genangan air setinggi lutut hingga pinggang menggenangi rumah-rumah warga, mengubah pemukiman menjadi kolam luas. Tak ayal, aktivitas warga pun lumpuh total.
Merespons musibah ini, Kementerian Sosial akhirnya bergerak. Bantuan logistik mereka kirimkan dari Gudang Induk Bekasi menuju posko kabupaten pada hari Minggu (18/1). Isinya? Sembako, kasur, dan barang-barang penunjang lain yang sangat dibutuhkan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa keselamatan dan kebutuhan dasar warga adalah yang utama. "Kemensos akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait agar penanganan berjalan cepat dan tepat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (19/1/2026).
Menurut sejumlah saksi, banjir mulai melanda sekitar pukul 23.00 WIB. Sistem drainase dan aliran sungai yang ada tak kuasa menampung luapan air akibat hujan dengan intensitas tinggi. Akibatnya, beberapa kecamatan, terutama yang berada di dataran rendah, langsung terendam.
Dampaknya cukup serius. Selain aktivitas sehari-hari yang terhenti, akses jalan lingkungan pun sulit dilalui. Mobilitas warga benar-benar terhambat.
Data sementara yang berhasil dihimpun menunjukkan skala kerusakan yang cukup luas. Sekitar 3.294 kepala keluarga terdampak, dan 815 orang di antaranya terpaksa mengungsi. Mereka tersebar di Desa Labansari, Hurip Jaya, Babelan Kota, dan Wanajaya. Syukurlah, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa atau luka-luka.
Wilayah terparah meliputi Kecamatan Cikarang Timur, Babelan, Cikarang Utara, dan Cibitung. Proses pendataan oleh relawan Tagana dan Kampung Siaga Bencana (KSB) masih terus dilakukan, bersamaan dengan upaya evakuasi warga yang dilaksanakan bertahap.
Di sisi lain, pemerintah daerah tak tinggal diam. Mereka sudah mendirikan dapur umum mandiri untuk memastikan kebutuhan makan para pengungsi terpenuhi.
Bantuan dari pusat sendiri rinciannya cukup banyak. Ada 1.000 paket makanan siap saji, 1.000 paket lauk pauk, 200 lembar selimut, 200 lembar kasur, 200 paket pakaian anak, 200 family kit, dan 100 lembar tenda gulung. Bantuan ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban mereka yang terdampak.
Gus Ipul menambahkan, penanganan situasi ini melibatkan banyak pihak. "Mulai dari Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, BPBD, TNI-Polri, aparat kecamatan dan desa, Tagana, KSB, serta instansi terkait lainnya," jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga yang terdampak masih bertahan di lokasi pengungsian. Mereka menunggu dengan sabar, berharap air segera surut dan kehidupan bisa kembali berjalan normal.
Artikel Terkait
Rina Nose Ungkap Post-Op Blues Usai Operasi Plastik Hidung
Wakapolri Resmikan 17 Jembatan untuk Perkuat Konektivitas di Kolaka
Wamen Sosial Dorong Kolaborasi Pemerintah-Swasta untuk Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem 2026
Kemensos Salurkan Bantuan Rp 16,7 Miliar untuk Korban Banjir Langkat