Kerukunan Adalah DNA Bangsa Indonesia, Ini Strategi 3H Menurut Mendikdasmen

- Minggu, 16 November 2025 | 17:24 WIB
Kerukunan Adalah DNA Bangsa Indonesia, Ini Strategi 3H Menurut Mendikdasmen

Kerukunan Sebagai DNA Bangsa Indonesia Menurut Mendikdasmen

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menegaskan kembali bahwa kerukunan merupakan identitas fundamental atau DNA bangsa Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Festival Toleransi dan Budaya yang digelar di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta.

Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa makna kerukunan dan toleransi tidak hanya sekadar menghormati, tetapi juga menerima perbedaan dan mampu bekerja sama di tengah keberagaman. Konsep ini, menurutnya, adalah pondasi untuk membangun kehidupan berbangsa yang harmonis.

Konsep 3H untuk Memperkuat Toleransi dan Kerukunan

Untuk mewujudkan toleransi yang nyata, Mendikdasmen memperkenalkan strategi yang dinamakan 3H. Berikut adalah penjabaran dari konsep 3H tersebut:

  • Head to Head (Relasi dan Dialog Terbuka): Membangun komunikasi dan dialog secara langsung dan terbuka antar berbagai pihak.
  • Heart to Heart (Menerima dengan Lapang Dada): Menumbuhkan keterbukaan hati untuk menerima perbedaan dengan tulus dan ikhlas.
  • Hand to Hand (Bekerja Sama): Menjalin kolaborasi dan gotong royong untuk menciptakan kebaikan dan kesejahteraan bersama.

Konsep ini diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi masyarakat dalam memperkuat kohesi sosial.

Festival Toleransi Sebagai Titik Awal Membangun Indonesia

Festival Toleransi dan Budaya disebutkan bukan hanya sebagai perayaan semata, melainkan sebuah momentum strategis. Acara ini dimaknai sebagai titik awal untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih rukun, bersatu, dan maju dengan memanfaatkan kekayaan kebinekaan.

Selaras dengan Bhinneka Tunggal Ika dan Visi Pemerintah

Lebih lanjut, Abdul Mu'ti menekankan bahwa semangat kerukunan ini sejalan dengan semboyan negara, Bhinneka Tunggal Ika. Prinsip ini juga selaras dengan Asta Cita dari Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada penguatan ideologi Pancasila dan kedaulatan Indonesia.

Ditegaskannya bahwa keberagaman agama dan budaya bukanlah penghalang, melainkan modal spiritual dan modal sosial yang sangat berharga bagi kemajuan bangsa Indonesia di masa depan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar