Kerukunan Sebagai DNA Bangsa Indonesia Menurut Mendikdasmen
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menegaskan kembali bahwa kerukunan merupakan identitas fundamental atau DNA bangsa Indonesia. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Festival Toleransi dan Budaya yang digelar di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta.
Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa makna kerukunan dan toleransi tidak hanya sekadar menghormati, tetapi juga menerima perbedaan dan mampu bekerja sama di tengah keberagaman. Konsep ini, menurutnya, adalah pondasi untuk membangun kehidupan berbangsa yang harmonis.
Konsep 3H untuk Memperkuat Toleransi dan Kerukunan
Untuk mewujudkan toleransi yang nyata, Mendikdasmen memperkenalkan strategi yang dinamakan 3H. Berikut adalah penjabaran dari konsep 3H tersebut:
- Head to Head (Relasi dan Dialog Terbuka): Membangun komunikasi dan dialog secara langsung dan terbuka antar berbagai pihak.
- Heart to Heart (Menerima dengan Lapang Dada): Menumbuhkan keterbukaan hati untuk menerima perbedaan dengan tulus dan ikhlas.
- Hand to Hand (Bekerja Sama): Menjalin kolaborasi dan gotong royong untuk menciptakan kebaikan dan kesejahteraan bersama.
Artikel Terkait
Atletico Madrid Hadapi Club Brugge di Laga Penentu Tiket 16 Besar Liga Champions
Pimpinan Ponpes di Lombok Tengah Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual
Debt Collector di Metro Diamankan, Diduga Gelapkan Mobil Debitur Rp285 Juta
Mentan Ancam Alihkan Anggaran Daerah yang Tak Serius Cetak Sawah