Konsep ini diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi masyarakat dalam memperkuat kohesi sosial.
Festival Toleransi Sebagai Titik Awal Membangun Indonesia
Festival Toleransi dan Budaya disebutkan bukan hanya sebagai perayaan semata, melainkan sebuah momentum strategis. Acara ini dimaknai sebagai titik awal untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih rukun, bersatu, dan maju dengan memanfaatkan kekayaan kebinekaan.
Selaras dengan Bhinneka Tunggal Ika dan Visi Pemerintah
Lebih lanjut, Abdul Mu'ti menekankan bahwa semangat kerukunan ini sejalan dengan semboyan negara, Bhinneka Tunggal Ika. Prinsip ini juga selaras dengan Asta Cita dari Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada penguatan ideologi Pancasila dan kedaulatan Indonesia.
Ditegaskannya bahwa keberagaman agama dan budaya bukanlah penghalang, melainkan modal spiritual dan modal sosial yang sangat berharga bagi kemajuan bangsa Indonesia di masa depan.
Artikel Terkait
Saksi Terakhir yang Bertemu Afiah: Ia Tampak Biasa Saja
Di Tengah Gemuruh Rawa Belong, Bambang Setia Meracik Bunga di Pinggir Jalan
Tragedi Warakas: Teriakan Histeris Pecah di Pagi Buta, Tiga Nyawa Melayang
Perpustakaan di Sekolah Rakyat: Mengubah Cara Pikir untuk Putuskan Rantai Kemiskinan