Polda Riau Gelar Lomba Lari Gratis untuk Alihkan Aktivitas Balap Liar

- Rabu, 25 Februari 2026 | 01:25 WIB
Polda Riau Gelar Lomba Lari Gratis untuk Alihkan Aktivitas Balap Liar
Balap Lari Polda Riau

Malam itu, Jalan MH Thamrin di Pekanbaru tak seperti biasanya. Bukan deru motor yang memecah kesunyian, melainkan sorak-sorai riuh rendah. Ratusan orang berjejal di pinggir lintasan, matanya tertuju ke garis start. Inilah ajang lomba lari 100 meter yang digelar Polda Riau, dan suasana benar-benar hidup.

Pesertanya beragam banget. Dari orang dewasa serius dengan sepatu lari, sampai anak-anak kecil yang wajahnya penuh semangat. Mereka semua berkumpul, setiap Selasa, Jumat, dan Sabtu malam selama Ramadan, mulai pukul sembilan lebih. Yang menarik, acara ini gratis. Siapa saja boleh mendaftar.

Dari balik pagar pembatas, warga memberikan dukungan tanpa henti. Tepuk tangan bergemuruh, diselingi teriakan penyemangat yang memacu adrenalin setiap pelari untuk segera mencapai garis finis. Yang bikin suasana makin seru, justru keikutsertaan bocah-bocil itu. Lari mereka mungkin belum sempurna, tapi antusiasmenya luar biasa.

Menurut sejumlah saksi, kegiatan semacam ini jarang ditemui. Biasanya malam-malam di jalanan besar justru sepi atau malah rawan dengan aktivitas negatif. Nah, di situlah tujuan utama polisi menggelar acara ini.

Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, yang turut hadir menyaksikan langsung, menegaskan bahwa ini bukan sekadar lomba biasa.

"Kegiatan ini kita adakan untuk mengakomodir kegiatan yang tidak bermanfaat seperti balap liar, geng motor, dan lain sebagainya. Kita satukan dalam satu tema besar: cinta kepada alam lingkungan dan tentang kesehatan," ujar Irjen Herry.

Jadi, intinya jelas. Ajang ini adalah upaya konkret untuk mengalihkan energi muda ke hal yang positif. Daripada tawuran atau balap liar di jalan, lebih baik saling adu kecepatan di lintasan yang aman dan diawasi.

Sementara itu, Dirlantas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, punya penjelasan serupa tapi dengan sudut pandang sedikit berbeda.

"Kami ingin menghadirkan ruang yang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi dan hobinya melalui kegiatan yang sehat. Dengan adanya lomba lari ini, anak-anak muda dapat menunjukkan prestasi, sekaligus bersama-sama menjaga ketertiban di jalan raya," ujar Kombes Jeki.

Memang, melihat langsung keramaian itu, kesannya lebih dari sekadar event olahraga. Ini seperti festival komunitas kecil-kecilan. Para pemuda berkumpul, bersaing sehat, dan masyarakat sekitar datang memberi dukungan. Sebuah pemandangan yang kontras dengan citra mencekam balap liar.

Pada akhirnya, langkah Polda Riau ini patut diapresiasi. Mereka tak cuma menertibkan, tapi juga menyediakan alternatif. Memberi wadah, bukan sekadar larangan. Dan untuk malam-malam di Kota Pekanbaru, teriakan semangat di lintasan lari tentu lebih indah didengar daripada deru mesin motor yang dibawa ugal-ugalan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar