Angkanya sungguh mencengangkan. Laporan keuangan 2024 menunjukkan pendapatan platform ini mencapai US$1,4 miliar. Total transaksinya bahkan menembus lebih dari 7 miliar poundsterling. Bayangkan, ada lebih dari 377 juta pelanggan dan 4,6 juta kreator yang aktif di sana.
Kontroversi yang Tak Pernah Absen
Namun begitu, pertumbuhan yang pesat itu bukannya tanpa masalah. Regulator, terutama di Inggris, kerap mengawasi ketat. Pada 2024, misalnya, sempat ada penyelidikan serius soal akses anak di bawah umur ke konten dewasa di situs tersebut. Walau penyelidikan akhirnya dihentikan, perusahaan tetap harus membayar denda sekitar 1 juta poundsterling. Alasannya, mereka dinilai gagal memberikan informasi akurat soal prosedur verifikasi usia pengguna.
Tekanan juga datang dari dalam. Ingatkah pada Agustus 2021? Saat itu OnlyFans nyaris membuat keputusan besar: melarang konten seksual. Rencana itu akhirnya urung dilaksanakan. Dibatalkan hanya dalam hitungan hari setelah gelombang protes keras dari para pengguna dan pelaku industri.
Di Balik Layar: Filantropis dan Investor
Di luar dunia bisnis yang kerap berisik, Radvinsky punya sisi lain. Lulusan ekonomi Northwestern University ini menetap di Florida dan mengelola berbagai investasi teknologi lewat firma ventura-nya, Leo.com. Forbes memperkirakan kekayaan bersihnya mencapai US$4,7 miliar.
Ia juga dikenal sebagai filantropis. Situs pribadinya mencatat, Radvinsky rutin menyumbang untuk Memorial Sloan Kettering Cancer Center, sebuah lembaga ternama yang fokus pada penelitian dan penanganan kanker. Sebuah ironi yang pilu, mengingat penyakit yang akhirnya merenggut nyawanya.
Artikel Terkait
Menhub Imbau Pengusaha Logistik Patuhi Aturan Truk Saat Puncak Arus Balik Lebaran
China Desak Warganya Segera Tinggalkan Israel, Siapkan Evakuasi via Mesir
Iran Bantah Tegas Laporan Negosiasi Diam-diam dengan AS
Tabrakan Pesawat Air Canada dengan Mobil Pemadam di Bandara LaGuardia, Penerbangan Ditutup