Presiden Prabowo Subianto punya pesan tegas soal program Makan Bergizi Gratis. Saat perayaan Idulfitri kemarin, ia meminta kualitas layanan gizi ditingkatkan. Tak main-main, perintah itu langsung ditindaklanjuti.
Menurut Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, pesan khusus dari Presiden itu jelas: Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang kurang memadai harus ditutup sementara. "Tutup dulu, lalu perbaiki," begitu kira-kira intinya, kata Dadan di Jakarta, Senin (23/3/2026).
Nah, untuk eksekusinya, BGN langsung bergerak cepat. Mereka membentuk satuan khusus yang tugasnya memantau proses sertifikasi di semua SPPG. Fokusnya pada tiga hal utama dulu: sertifikasi laik higiene dan sanitasi, sertifikat halal, dan HACCP. Ini dasar banget untuk jaminin makanan yang disajikan ke masyarakat itu aman dan bersih.
“Kalau tiga sertifikasi dasar ini sudah terpenuhi, baru kita naik tingkat,” ujar Dadan.
Langkah selanjutnya adalah menyentuh aspek sumber daya manusianya. Mulai dari sertifikasi untuk chef, penjamah makanan, sampai analis lingkungan.
Artikel Terkait
Masjid At-Thohir di Los Angeles Jadi Pusat Ibadah dan Perekat Diaspora Indonesia
Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Genjot Digitalisasi dalam 5 Tahun
Arus Balik Mudik Mulai Padati Jalan Alternatif Cibubur
Libur Lebaran 2026 Resmi Berakhir, Aktivitas Penuh Dimulai 30 Maret