Rabu (7/1) lalu, suasana di Halaman Kantor Kecamatan Cilebar, Karawang, tampak berbeda. Presiden Prabowo Subianto hadir langsung dalam acara Panen Raya sekaligus pengumuman pencapaian swasembada pangan. Di antara para pejabat yang hadir, terlihat Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian turut menyaksikan momen yang disebut-sebut sebagai tonggak penting ini.
Memang, soal pangan ini selalu jadi perhatian serius. Bagi Presiden Prabowo, swasembada bukan sekadar target proyek. Itu fondasi. Fondasi untuk ketahanan nasional dan tentu saja, kesejahteraan rakyat. Agenda ini terus ditekankannya di berbagai kesempatan.
Nah, pencapaian di akhir 2025 ini ternyata buah dari kerja kolektif. Tidak hanya pemerintah pusat dengan kementerian-kementeriannya, tapi juga pemda, para petani, dan pelaku usaha. Dukungan masyarakat luas juga punya peran besar. Hasilnya, target nasional itu akhirnya tercapai.
Di sisi lain, Tito Karnavian punya catatan khusus untuk pemerintah daerah. Dalam beberapa kesempatan terpisah, ia kerap mengingatkan para kepala daerah. Imbaunya jelas: buatlah kebijakan untuk melindungi persawahan di wilayah masing-masing. Itu kunci.
“Pelindungan lahan sawah itu syarat utamanya,” tegas Tito. Hal pertama yang wajib dijaga adalah luas lahannya jangan sampai berkurang. Makanya, muncul konsep Lahan Sawah yang Dilindungi atau LSD. Tanpa lahan yang cukup, semua rencana bisa buyar.
Artikel Terkait
Banding Ditolak, Leicester City Tetap Terancam Degradasi Usai Potongan Poin
Kejati DKI Geledah Kementerian PU Terkait Dugaan Korupsi Dana APBN
Pelaku Pencabulan Anak di Tangerang Selatan Ditangkap Setelah Setahun Buron
TNI AU Gelar Upacara Peringatan 80 Tahun di Lanud Sultan Hasanuddin