Tol Cipali Berlakukan Sistem Satu Arah untuk Antisipasi Arus Balik Mudik

- Senin, 23 Maret 2026 | 18:15 WIB
Tol Cipali Berlakukan Sistem Satu Arah untuk Antisipasi Arus Balik Mudik

Rekayasa lalu lintas one way menuju Jakarta akhirnya diterapkan di Tol Cipali. Pemberlakuannya dimulai Senin sore, tepatnya pukul 17.08 WIB. Langkah ini diambil untuk mengurai kepadatan arus balik mudik yang kian terasa.

Menurut Ardam Rafif Trisilo, selaku Dept. Head Sustainability Management & Corporate Communications Astra Tol Cipali, kebijakan ini merupakan bagian dari skema rekayasa lalu lintas one way lokal. Cakupannya membentang dari KM 263 (Pejagan–Pemalang) hingga KM 70 (Jakarta–Cikampek).

“Kami juga mengimbau agar tidak berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat,” tegas Ardam dalam keterangannya di Subang.

Persiapan sebenarnya sudah digelar jauh sebelumnya. Sterilisasi jalur arah Jakarta dan rest area dilakukan sejak pukul 14.00 WIB. Jadi, ketika one way resmi berlaku, kondisi jalan sudah siap.

Nah, soal efektivitas, data berbicara. Dalam periode 00.00 hingga 17.00 WIB di H 1 Lebaran ini, arus menuju Jakarta lewat Cipali memang melonjak. Sekitar 38 ribu kendaraan tercatat melintas dari Cikopo menuju ibu kota. Angka itu melambung 101 persen dibanding hari sebelumnya. Meski ramai, lalu lintas masih tergolong lancar.

Di sisi lain, kalau dilihat secara total dua arah, volume lalu lintas di ruas tol ini sore tadi justru sedikit turun. Hanya sekitar 2 persen lebih rendah dibanding periode yang sama kemarin.

Perlu diingat, penerapan rekayasa ini sifatnya situasional. Artinya, sangat bergantung pada keputusan dan diskresi dari Korlantas Polri di lapangan. Mereka yang paling paham kondisi riil.

Astra Tol Cipali pun terus mengingatkan para pemudik. Keselamatan harus jadi prioritas utama. Jaga jarak aman, patuhi arahan petugas, dan yang penting: jangan sembarangan berganti jalur atau memutar kendaraan saat one way berlangsung.

Lalu, kalau capek? Pengemudi disarankan beristirahat di rest area terdekat. Jika penuh, bisa cari tempat peristirahatan di luar gerbang tol terdekat. Tenang saja, tarif tolnya nggak akan berubah tetap dihitung akumulasi per kilometer.

Intinya, semua pihak sedang berusaha agar perjalanan pulang kita semua berjalan lancar dan selamat. Yang paling penting, pengendara harus tetap waspada dan sabar di tengah tingginya volume kendaraan ini.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar