Arus Balik Mudik Mulai Padati Jalan Alternatif Cibubur

- Senin, 23 Maret 2026 | 18:20 WIB
Arus Balik Mudik Mulai Padati Jalan Alternatif Cibubur

Arus lalu lintas di Jalan Alternatif Cibubur, khususnya dari Bogor menuju Jakarta, mulai terasa padat sejak sore tadi. Kemacetan merambat perlahan, menandai gelombang pertama pemudik yang kembali ke ibu kota.

Kapolsek Jonggol, Kompol Hida Tjahjono, mengonfirmasi hal ini. Pantauan di lapangan, menurutnya, sudah menunjukkan peningkatan signifikan sejak pukul tiga sore.

“Dari jam 15.00 WIB sampai sekarang, arus dari arah Cianjur dan Sukamakmur sudah memadati Jalan Raya Jonggol-Cileungsi,” ujar Hida, Senin (23/3/2026).

Dia menyebutkan, kendaraan roda empat dengan pelat B mendominasi jalanan. Rombongan mobil itu sebagian besar bergerak menuju Cileungsi, sebuah indikasi yang cukup jelas.

“Trennya sih sudah kelihatan. Ini tanda-tanda arus balik mudik ke Jakarta sudah mulai,” tambahnya.

Menanggapi situasi itu, sebanyak 25 personel langsung diturunkan ke titik-titik rawan di wilayah Jonggol. Padahal, pagi harinya kondisi lalu lintas di lokasi yang sama masih terbilang lancar dan sepi. Perubahannya memang drastis.

“Tapi begitu lewat jam tiga sore, arus ke Cileungsi langsung melonjak. Kami turunkan personel pos pam untuk mengatur dengan prioritas dari arah Cianjur,” beber Kapolsek.

Ada dua titik yang jadi perhatian utama karena rawan macet parah. Pertama, Simpang Tegar Beriman. Di sini, arus dari Cianjur, Sukamakmur, dan Cileungsi bertemu dan saling menyempurnakan kemacetan.

Selain itu, Simpang Cibucil juga jadi titik kritis lain. Persimpangan ini jadi tempat bertemunya kendaraan dari arah Cibarusah dan Cikarang, bercampur dengan arus dari Cianjur dan Cileungsi. Alhasil, kecepatan kendaraan pun melambat.

Melihat pola hari ini, Hida memprediksi besok akan diwarnai lonjakan serupa, masih didominasi mobil. Sementara untuk akhir pekan Sabtu dan Minggu gelombang diperkirakan berganti. Saat itulah, kemungkinan besar sepeda motor akan membanjiri jalanan.

“Kami imbau para pemudik mempertimbangkan perkiraan puncak arus balik ini. Agar perjalanan pulang ke Jakarta bisa lebih nyaman, terhindar dari kepadatan yang ekstrem,” pungkasnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar