Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Genjot Digitalisasi dalam 5 Tahun

- Senin, 23 Maret 2026 | 18:30 WIB
Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Genjot Digitalisasi dalam 5 Tahun

Komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan reformasi besar di dunia pendidikan mulai terlihat wujudnya. Tak tanggung-tanggung, fokusnya meliputi dua hal utama: membenahi gedung sekolah yang rusak dan mendorong digitalisasi pembelajaran secara nasional. Targetnya ambisius, dalam lima tahun ke depan, pemerintah ingin merenovasi hingga 300 ribu unit sekolah.

“Saya sedang melaksanakan perbaikan fisik sekolah-sekolah. Tahun lalu kita hanya mampu 17 ribu sekolah. Tahun ini 70 ribu sekolah. Tahun depan saya ingin naik 90 ribu sekolah. Lima tahun saya ingin selesaikan 300 ribu sekolah,”

Demikian penjelasan Prabowo dalam sebuah dialog baru-baru ini. Pernyataan itu disampaikan melalui keterangan tertulis pada Senin, 23 Maret 2026.

Di sisi lain, upaya transformasi tidak hanya berhenti pada tembok dan atap. Pemerintah juga gencar mendorong digitalisasi. Hingga saat ini, lebih dari 288 ribu unit papan pintar interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP) telah didistribusikan. Yang menarik, perangkat canggih ini sampai juga ke daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurut Prabowo, perangkat tersebut bukan sekadar layar sentuh biasa. Di dalamnya sudah dilengkapi dengan software berisi materi pembelajaran yang lengkap, mencakup hampir semua silabus. “Jadi habis satu kelas pelajaran, kalau guru ingin ulangi, ada,” ujarnya. Hal ini diharapkan bisa membuat proses belajar jadi jauh lebih interaktif dan mudah dipahami siswa.

Namun begitu, tantangan nyata di lapangan adalah ketimpangan kualitas guru. Untuk mengatasi ini, pemerintah punya strategi lain: sistem pengajaran terpusat.

“Nanti kita punya studio, guru-guru terbaik akan ngajar di sekolah yang tidak ada guru matematika, yang tidak ada guru bahasa Inggris, dia dapat pelajaran. Dan Interactive, kita bisa monitor di kelas,”

jelas Prabowo lagi.

Semua langkah ini, di mata Presiden, bukanlah pekerjaan kecil. Ini adalah bagian dari strategi besar menyiapkan sumber daya manusia Indonesia menghadapi perkembangan teknologi global yang kian cepat. “Ini lompatan-lompatan dalam langkah human capital,” tegasnya. Pada akhirnya, pendidikan yang berkualitas diyakini akan menjadi kunci peningkatan produktivitas dan pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar