Di tengah desakan untuk mengencangkan ikat pinggang anggaran, Presiden Prabowo Subianto justru bersikukuh. Program makan bergizi gratis, atau MBG, tak akan dihentikan. Menurutnya, efisiensi bisa dicari dari sektor lain. Krisis global? Bukan alasan untuk mengorbankan pemenuhan gizi rakyat.
Penegasan itu ia sampaikan dalam sebuah diskusi dengan jurnalis dan pengamat, yang tayang di kanal YouTube-nya, Minggu lalu. Pertanyaan yang mengawali cukup menohok: bagaimana melanjutkan MBG di tengah gejolak Timur Tengah, dengan segala analisis biaya-manfaatnya?
Jawabannya tegas. Prabowo memilih bertahan. Alasan utamanya sederhana: ia tak ingin uang negara habis untuk hal lain yang tak jelas, sementara anak-anak kekurangan gizi. Ingatannya masih segar dengan pemandangan saat kampanye dulu.
"Saya akan bertahan sedapat mungkin daripada uang-uang dikorupsi. Lebih baik rakyat saya bisa makan," tegasnya.
Artikel Terkait
Harga BBM di Indonesia Tetap Stabil Meski Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Global
Pria di Pangkep Bacok Kerabat Sendiri Usai Silaturahmi Lebaran
Silaturahmi Lebaran di Pangkep Berakhir Tragis, Parang Dihunus ke Kerabat Sendiri
Arus Balik Lebaran Memuncak, Kedatangan Penumpang di Jakarta Lampaui Keberangkatan