Di tengah desakan untuk mengencangkan ikat pinggang anggaran, Presiden Prabowo Subianto justru bersikukuh. Program makan bergizi gratis, atau MBG, tak akan dihentikan. Menurutnya, efisiensi bisa dicari dari sektor lain. Krisis global? Bukan alasan untuk mengorbankan pemenuhan gizi rakyat.
Penegasan itu ia sampaikan dalam sebuah diskusi dengan jurnalis dan pengamat, yang tayang di kanal YouTube-nya, Minggu lalu. Pertanyaan yang mengawali cukup menohok: bagaimana melanjutkan MBG di tengah gejolak Timur Tengah, dengan segala analisis biaya-manfaatnya?
Jawabannya tegas. Prabowo memilih bertahan. Alasan utamanya sederhana: ia tak ingin uang negara habis untuk hal lain yang tak jelas, sementara anak-anak kekurangan gizi. Ingatannya masih segar dengan pemandangan saat kampanye dulu.
"Saya akan bertahan sedapat mungkin daripada uang-uang dikorupsi. Lebih baik rakyat saya bisa makan," tegasnya.
"Anda enggak lihat anak-anak yang stunting. Saya lihat, saya kampanye sekian kali saya di desa-desa. Saya lihat anak 'umurmu berapa?' 11 tahun. Badannya anak 4 tahun."
Sebagai Ketum Gerindra, Prabowo tampak yakin dengan langkahnya ini. Ia bahkan menyebut soal anggaran dengan percaya diri. Optimisme itu ia bungkus dalam sebuah tantangan untuk masa kepemimpinannya.
"Saya haqul yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada. Uang kita ada," ujar Prabowo.
"Saya pertaruhkan kepemimpinan saya 2029 kita lihat."
Artikel Terkait
Serangan Balasan Rusia dan Ukraina Tewaskan Tujuh Orang, Mediasi Damai Kembali Buntu
Pemerintah Targetkan 80 Persen Masalah Sampah Nasional Tuntas pada 2029
Prancis Juara Piala Dunia 2018 Usai Kalahkan Kroasia 4-2, Luka Modrić Raih Golden Ball
Dishub DKI Koordinasi dengan Pengelola Gedung Sediakan Lahan Parkir Khusus Ojol