Lalu, bagaimana dengan aktivitas dinasnya sekarang? Rudy mengaku bisa pakai kendaraan yang tersedia, atau malah bawa mobil pribadi. Bahkan, dia kerap menyetir sendiri kalau turun ke lapangan. Katanya, biar bisa lihat kondisi riil di daerah tanpa sekat.
“Saya bawa kendaraan sendiri agar bisa melihat langsung situasi dan kondisi di lapangan, apa yang harus kita benahi,” tuturnya.
Pernyataan sang gubernur ini muncul tak lama setelah Presiden Prabowo Subianto angkat bicara. Sehari sebelumnya, di Hambalang, Bogor, Prabowo menyoroti keras kebijakan anggaran daerah yang dinilainya janggal dan tidak efisien.
Presiden secara khusus menyebut pembelian kendaraan dinas dengan harga selangit.
“Banyak pejabat itu menurut saya ini tidak efisien. Ada pemerintah daerah beli mobil dinas gubernur sampai Rp8 miliar,” ujar Prabowo, Jumat (20/3/2026).
Dia lantas membandingkannya dengan kendaraan dinas yang dipakainya sendiri. Prabowo memilih mobil buatan dalam negeri, harganya jauh lebih terjangkau.
“Saya Presiden Indonesia. Saya pakai mobil Maung buatan Indonesia. Harganya Rp700 juta, mungkin jadi Rp1 miliar, tapi tidak sampai Rp8 miliar,” tegasnya.
Pesan Prabowo jelas. Dia mengingatkan kembali tugas utama para kepala daerah.
“Bupati kerja untuk rakyatmu, gubernur kerja untuk rakyatmu, itu yang kita minta,” ucapnya.
Sorotan dari Istana itu rupanya cukup tajam. Dan kini, respon dari Samarinda pun datang. Sebuah langkah koreksi yang dipicu oleh kritik publik dan atasan langsung.
Artikel Terkait
Polres Kuansing Bakar Rakit Penambang Emas Ilegal di Sungai Bawang Atas
Mudik Lebaran 2026 Catat Penurunan Signifikan Angka Kecelakaan dan Korban Jiwa
Satgas PRR Pascabencana Sumatera Kebut Pembangunan 36 Ribu Hunian Tetap Usai Lebaran
Cucu Mpok Nori Tewas Dibunuh Mantan Suami Siri Warga Irak di Kontrakan Jakarta Timur