MURIANETWORK.COM – PDIP bersikukuh. Sistem pilkada langsung, yang memungkinkan rakyat memilih sendiri pemimpinnya, harus dipertahankan. Dengan kata lain, partai berlambang banteng itu menampik mentah-mentah wacana pengembalian pemilihan kepala daerah ke tangan DPRD.
Penegasan sikap ini bukan sekadar pernyataan biasa. Ia tercantum sebagai salah satu poin krusial dalam Rekomendasi Eksternal Rakernas I PDIP. Rekomendasi itu dibacakan langsung oleh Ketua DPD PDIP Aceh, Jamaluddin Idham, di Beach City International Stadium (BCIS), Jakarta, Senin lalu.
“Rakernas I Partai menegaskan pentingnya menjaga hak kedaulatan Rakyat,” ujar Jamaluddin, dengan nada tegas.
Menurutnya, pilkada langsung adalah cara untuk memperkuat legitimasi seorang pemimpin. Selain itu, sistem ini juga memberikan kepastian: masa jabatan tetap lima tahun.
Lalu, bagaimana dengan isu klasik yang selalu mengiringi pilkada langsung, yaitu politik uang dan biaya tinggi? PDIP punya jawabannya. Mereka mendorong transformasi sistem pemungutan suara dan penguatan integritas penyelenggara. Intinya, teknologi seperti e-voting bisa jadi solusi untuk menekan anggaran tanpa mengorbankan kualitas demokrasi.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir