Setelah itu, jangkauan pasukan internasional ini akan meluas. Mereka akan bergerak mendekati apa yang disebut "yellow line" batas sementara Israel yang memisahkan zona kontrol militernya dari kawasan permukiman sipil Gaza. Situasinya pasti akan rumit.
Sebelum benar-benar masuk ke Gaza, ratusan tentara asing itu akan menjalani pelatihan dulu. Mereka dijadwalkan berangkat ke Yordania bulan depan. Baru setelahnya, mereka bergabung dengan kesatuan internasional di lapangan.
Sebenarnya, kabar soal persiapan kedatangan ribuan tentara Indonesia ini sudah beredar sejak Februari lalu. Televisi lokal Israel pada 9 Februari memberitakan bahwa persiapan untuk pasukan stabilisasi sesuai skema perdamaian Trump sudah dimulai. Tujuannya jelas: mengakhiri perang di Gaza.
Artikel Terkait
Pengamat Soroti Distribusi dan Daya Beli sebagai Kunci Stabilitas Harga Pangan Jelang Lebaran
Stasiun Gambir Siagakan 240 Porter Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran
Lalu Lintas Mudik di Bekasi Melonjak 112 Persen pada H-6 Lebaran
ASEAN Siaga Hadapi Gelombang Panas Lebih Awal, Indonesia-Malaysia Paling Awal Terdampak