Airlangga menjelaskan dengan rinci. Defisit APBN bisa saja tembus di atas 3 persen jika perang ternyata berlarut-larut. Pemerintah sudah menyiapkan beberapa skenario hitungan.
Itu skenario awal. Di skenario moderat dengan harga minyak dunia diprediksi naik ke 97 dolar AS per barel dan kurs rupiah melemah defisitnya membengkak jadi 3,53 persen. Angkanya makin mencemaskan saat masuk ke skenario pesimis.
Kesimpulannya terasa berat. Airlangga menyampaikan, mempertahankan defisit di batas 3 persen akan sangat sulit. Kecuali, tentu saja, dengan langkah-langkah penghematan yang mungkin tak populer: memotong belanja dan mengerem pertumbuhan ekonomi.
Jadi, di balik harapan agar konflik segera mereda, pemerintah tampaknya sudah bersiap untuk kemungkinan terburuk. Sidang hari itu bukan sekadar formalitas, melainkan perencanaan nyata menghadapi gejolak global yang dampaknya bisa sampai ke meja makan kita semua.
Artikel Terkait
Kakorlantas Ancam Tindak Tegas Truk Over Dimensi Selama Operasi Ketupat
Pemerintah Ingatkan Kolaborasi Daerah Kunci Cegah Ulangan Krisis Polusi Jakarta 2023
AS Tegaskan Jatuhnya Pesawat Tanker KC-135 di Timur Tengah Bukan Serangan Musuh
Imsak Jakarta dan Kepulauan Seribu Pukul 04.33 WIB Hari Ini