Agus menekankan, Operasi Ketupat 2026 ini punya makna lebih dalam. Bukan sekadar soal keamanan arus lalu lintas, tapi juga bentuk kehadiran negara dalam momen spiritual warga. Dengan segala kecanggihan yang ada, harapannya mudik berjalan aman dan lancar tanpa hambatan berarti.
“Operasi Ketupat tahun ini bukan hanya operasi lalu lintas. Bukan hanya mengamankan arus mudik dan balik. Tetapi Operasi Ketupat tahun ini adalah bagaimana kita semua hadir, atau negara hadir, untuk bisa menjaga momentum sosial dan momentum spiritual,” sebutnya.
Pendekatan humanis pun tak dilupakan. Sebuah lagu bertajuk ‘Mudik Tertib, Ojo Kesusu’ diperkenalkan untuk menyampaikan pesan dengan cara yang lebih santai dan mudah diingat.
Soal kesiapan personel, Agus menyebut semua sudah siap berangkat. Usai apel di Monas yang dipimpin Kapolri Listyo Sigit Prabowo, para anggota segera menuju pos-pos pengamanan.
“Dan sore tadi Bapak Kapolri dengan Panglima TNI sudah melaksanakan gelar pasukan. Artinya bahwa malam ini semua anggota di Republik Indonesia itu insert masuk di pos-pos pengamanan, pos-pos pelayanan, pos-pos terpadu,” tuturnya.
Kini, tinggal menunggu waktu. Semua sistem telah hidup, personel bersiaga. Tinggal menanti gelombang pemudik yang sebentar lagi membanjiri jalan.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing