Menteri PKP Apresiasi Program RSLH Djarum: 517 Rumah Layak Huni di Jawa Tengah

- Jumat, 07 November 2025 | 11:06 WIB
Menteri PKP Apresiasi Program RSLH Djarum: 517 Rumah Layak Huni di Jawa Tengah

Menteri PKP Apresiasi Program Rumah Sederhana Layak Huni PT Djarum di Kudus

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, untuk meninjau langsung pelaksanaan Program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) yang digagas PT Djarum. Program RSLH ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pemerintah mengentaskan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sinergi Pemerintah dan Swasta untuk Hunian Layak

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Maruarar didampingi oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus Revlisianto Subekti, serta jajaran direksi PT Djarum termasuk Chief Operating Officer Victor Rachmat Hartono. Kunjungan ini semakin memperkuat kolaborasi strategis antara pemerintah dan sektor swasta dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat kurang mampu.

Menteri Maruarar menyampaikan apresiasi tinggi atas program RSLH PT Djarum. "Program Rumah Sederhana Layak Huni dari PT Djarum bukan sekadar pembangunan fisik rumah, tetapi juga pembangunan martabat dan harapan masyarakat," ungkap Maruarar usai mengunjungi rumah salah satu penerima manfaat program di Desa Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati.

Dampak Nyata Program RSLH bagi Masyarakat

Salah satu penerima manfaat program adalah Roisnan, warga Kudus yang bekerja sebagai buruh serabutan. Sebelumnya, Roisnan dan keluarganya menghuni rumah dengan kondisi lapuk dan tidak layak huni. Setelah mendapatkan bantuan renovasi total melalui Program RSLH Djarum, kondisi rumahnya menjadi lebih layak, aman, nyaman, dan sehat.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Program RSLH mampu memberikan dampak sosial yang nyata dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. "Kolaborasi pemerintah dan swasta harus berjalan. Program RSLH dari PT Djarum ini adalah contoh nyata gotong royong untuk mengentaskan kemiskinan dengan mengurangi rumah tidak layak huni," jelas Luthfi.

Pencapaian dan Komitmen Berkelanjutan PT Djarum

Hingga Oktober 2025, PT Djarum telah membangun total 517 unit rumah di tujuh kabupaten di Jawa Tengah, termasuk Kudus, Blora, Grobogan, Demak, Pemalang, Temanggung, dan Rembang. Setiap rumah yang dibangun telah memenuhi standar rumah sehat dan layak huni dengan memperhatikan kekuatan bangunan, kecukupan luas ruang, sirkulasi udara, serta ketersediaan air bersih dan sanitasi.

Victor Rachmat Hartono, COO PT Djarum, menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah rumah yang dibangun, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan keluarga penerima manfaat. "Rumah yang layak adalah langkah awal menuju kehidupan yang lebih baik," tegas Victor.

Program Sanitasi Terpadu untuk Lingkungan Sehat

Sebagai langkah komplementer, PT Djarum juga meluncurkan Program Sanitasi Terpadu Djarum sejak 2024. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan dan mencegah stunting di masyarakat. Hingga Oktober 2025, telah dibangun 2.103 unit sanitasi aman dan sambungan PDAM di tiga kabupaten: Kudus (1.444 unit), Temanggung (366 unit), dan Wonogiri (293 unit).

Achmad Budiharto, General Manager Community Development PT Djarum, menyoroti pentingnya kesinambungan antara hunian layak dan lingkungan sehat. "Melalui Program Sanitasi Terpadu, kami ingin memastikan masyarakat hidup dalam lingkungan yang bersih dan mendukung tumbuh kembang anak," jelas Budiharto.

Selain bantuan fisik, PT Djarum juga aktif memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Melalui Program RSLH dan Sanitasi Terpadu, PT Djarum terus memperkuat komitmennya dalam membangun kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar