Calculus Investment Luncurkan Tender Wajib Rp88 per Saham untuk STAR Senilai Rp286,4 Miliar

- Minggu, 08 Februari 2026 | 11:50 WIB
Calculus Investment Luncurkan Tender Wajib Rp88 per Saham untuk STAR Senilai Rp286,4 Miliar

MURIANETWORK.COM - Calculus Investment Pte Ltd, pengendali baru PT Buana Artha Anugerah Tbk (STAR), resmi meluncurkan penawaran tender wajib (mandatory tender offer/MTO) atas saham perusahaan tersebut. Tender ini menawarkan harga Rp88 per saham untuk membeli hingga 67,81% saham publik, dengan nilai transaksi potensial mencapai Rp286,4 miliar. Periode penawaran akan berlangsung selama sebulan penuh, mulai 9 Februari hingga 10 Maret 2026.

Detail Penawaran dan Harga

Melalui prospektus yang dirilis pada Jumat (6/2/2026), Calculus Investment menyatakan akan membeli sebanyak-banyaknya 3.255.075.602 saham STAR. Harga Rp88 per lembar saham ini bukan angka sembarangan, melainkan ditentukan berdasarkan perhitungan baku di pasar modal. Angka tersebut mengacu pada harga rata-rata tertinggi harian saham STAR di Bursa Efek Indonesia dalam 90 hari kalender sebelum tanggal 20 November 2025.

Perusahaan asal Singapura itu menegaskan kesiapannya secara finansial untuk menyelesaikan seluruh transaksi. Mereka menyatakan telah memiliki dana yang cukup untuk membayar penuh semua pemegang saham yang memutuskan untuk menerima penawaran ini.

Dalam penjelasannya, Calculus Investment mengungkapkan maksud di balik langkah strategis ini. "Pengendali baru bermaksud untuk memberikan kesempatan kepada para pemegang saham yang ditawarkan untuk menjual saham mereka pada harga penawaran tender wajib," jelasnya dalam prospektus tersebut.

Latar Belakang Akuisisi dan Kondisi Pasar

Langkah tender wajib ini merupakan konsekuensi logis dari perubahan pengendalian perusahaan yang telah terjadi sebelumnya. Calculus Investment secara resmi menjadi pengendali baru STAR setelah mengakuisisi 32,19% saham senilai Rp135,95 miliar pada 20 November 2025 lalu. Transaksi pembelian saham blok itu juga dilakukan pada level harga Rp88 per saham, menggeser posisi PT Kencana Selaras Sejahtera (KSS) sebagai pemegang saham pengendali sebelumnya.

Perkembangan ini terjadi di tengah gejolak harga saham STAR di pasar reguler yang cukup dramatis. Menjelang pengumuman tender, saham emiten ini mengalami volatilitas tinggi. Bursa Efek Indonesia terpaksa melakukan suspensi perdagangan saham STAR sejak 29 Januari 2026 setelah harganya melonjak signifikan dan menyentuh auto reject atas (ARA) selama dua hari berturut-turut.

Catatan perdagangan terakhir sebelum suspensi menunjukkan saham STAR ditutup pada level Rp780 per saham pada Rabu (28/2/2026). Posisi itu merepresentasikan kenaikan harian sebesar 24,80%. Lebih mencengangkan lagi, dalam rentang satu bulan, saham tersebut berhasil mengakumulasi keuntungan yang sangat tajam, mencapai 74,11%.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar