Rencananya, pemantauan akan dipusatkan di wilayah-wilayah utama. Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, dan Bangka Barat akan mendapat perhatian khusus.
“Secara spesifik, posko di wilayah Bangka Barat dan Bangka Selatan akan difokuskan pada area pelabuhan yang kerap menjadi titik penumpukan penumpang,” jelas Haris.
Tak hanya Pulau Bangka, Pulau Belitung juga tak luput dari pengawasan. Fokusnya akan tertuju pada Pelabuhan Tanjung Pandan, bandar udara, serta titik-titik keramaian lain yang berpotensi padat.
Saat ini, persiapan sarana dan prasarana untuk posko masih terus digenjot. Jika tak ada aral melintang, seluruh posko terpadu ini dijadwalkan mulai beroperasi sekitar tanggal 14 atau 15 Maret 2026.
Nantinya, posko tak langsung tutup saat Lebaran tiba. Mereka akan tetap siaga hingga delapan hari pasca Idulfitri, atau sampai H 8. Dengan begitu, arus balik pun diharapkan bisa berlangsung aman dan terkendali. Semua demi satu hal: keselamatan dan kenyamanan perjalanan warga.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Ingatkan Menteri: Open House Lebaran Jangan Berlebihan
Novel Baswedan Desak Pengungkapan Dalang Penyerangan Air Keras terhadap Andrie Yunus
Operasi Ketupat 2026 Dimulai, Arus Jalan Hari Pertama Masih Terkendali
Menko Hukum dan HAM: Penyiraman Aktivis KontraS Serangan terhadap Demokrasi