Sayangnya, insiden seperti ini seolah sudah jadi cerita yang terlalu sering terdengar di Amerika Serikat. Di sisi lain, fakta yang tak terbantahkan adalah jumlah senjata api di negara itu bahkan melebihi jumlah penduduknya. Peraturannya pun terbilang longgar, termasuk untuk membeli senjata dengan kemampuan seperti yang digunakan militer.
Menurut sejumlah saksi, suasana awalnya tampak normal sebelum suara ledakan keras itu mengguncang.
"Kami semua langsung berlindung. Rasanya seperti mimpi buruk," ujar seorang mahasiswa yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi kedua korban masih belum diketahui secara pasti. Investigasi atas motif penembakan masih terus dilakukan oleh pihak berwajib.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing