“Karena pelaku belum membayar, korban kemudian menunggu di teras rumah pelaku sambil menunggu pembayaran,” lanjut Yusuf menceritakan kronologi kejadian.
Lalu, dalam keadaan Aris yang sedang duduk, Jaenudin tiba-tiba muncul dari belakang. Tanpa ampun, dia langsung menghujamkan tabung gas yang baru saja diantar ke tubuh Aris. Serangannya brutal dan tak terduga.
“Pelaku memukul korban dari belakang menggunakan tabung gas LPG sebanyak sekitar 10 kali hingga korban terjatuh,” ungkap AKP Yusuf Ependi. Pukulan bertubi-tubi itu membuat Aris roboh, lukanya parah. Sebuah upaya pembunuhan yang dingin, berawal dari utang empat ratus ribu rupiah.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing