Udara sore di Kampung Pakusaji, Desa Pringwulan, seharusnya tenang seperti biasa. Tapi Rabu (25/2) lalu, sekitar pukul empat lebih, suasana berubah mencekam. Aris Munandar (34) nyaris tewas setelah dipukuli berulang kali dengan tabung gas elpiji 3 kilogram oleh Jaenudin, tetangganya sendiri. Tubuhnya bersimbah darah di teras rumah pelaku. Semua ini berawal dari penagihan utang yang tak kunjung dibayar.
Menurut Kapolsek Pamarayan, AKP Yusuf Ependi, Aris sebenarnya datang untuk mengantarkan pesanan. “Korban saat itu datang untuk mengantarkan 20 tabung gas LPG pesanan pelaku ke rumahnya,” jelas Yusuf saat dikonfirmasi Kamis (12/3/2026).
Total pesanan itu mencapai Rp400 ribu. Tapi, setelah barang diterima, Jaenudin tak kunjung membayar. Aris pun bersikukuh menunggu. Dia duduk di teras, menanti uangnya dilunasi. Tak mau pergi sebelum pelaku membayar.
Namun begitu, yang datang bukanlah pembayaran, melainkan malapetaka.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing