Empat Bulan Pasca-Kobaran, Pedagang Taman Puring Bertahan di Pinggir Jalan

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 14:24 WIB
Empat Bulan Pasca-Kobaran, Pedagang Taman Puring Bertahan di Pinggir Jalan

Belasan lapak berjejer di pinggir Jalan Kyai Maja, Kebayoran Baru. Lokasinya tak jauh dari Pasar Mayestik. Mereka ini pedagang yang biasa mangkal di Pasar Taman Puring, sebelum segalanya berubah jadi abu.

Kebakaran hebat melalap pasar itu pada 28 Juli lalu. Syukurlah, tak ada korban jiwa. Tapi, nasib 500-an kios di sana sungguh mengenaskan hangus total. Hingga kini, puing-puingnya masih berserakan, seolah membekukan momen nahas itu.

Pantauan di lokasi, Jumat pekan lalu, memperlihatkan situasi yang tak banyak bergerak. Reruntuhan dibiarkan begitu saja. Belum ada tanda-tanda pembangunan kembali, apalagi revitalisasi. Rasanya, waktu seperti berhenti di tempat.

Rendi, salah satu pedagang, mengaku mereka terpaksa mengais rezeki di tepi jalan sejak tragedi Juli. “Iya, dari Juli sampai sekarang ya begini,” ujarnya. Soal kabar revitalisasi, dia cuma mendengar desas-desus. “Ada yang bilang sih nanti habis Lebaran,” tambahnya, dengan nada tak terlalu yakin.

Nasib serupa dialami Amar. Dia kembali menjajakan sepatu di pinggir jalan, meski hati was-was. “Waktu kebakaran ludes semua,” kenangnya. Sudah empat bulan ini dia bertahan di sini, semata untuk menyambung hidup keluarga. “Buat nyari ini aja, buat makan,” ucap Amar.

Bagi Amar, Taman Puring bukan sekadar pasar. Tempat itu adalah ikon. “Ini kan ikon Jakarta Selatan dari dulu, sudah terkenal ke mancanegara,” jelasnya dengan semangat. Dia menyebut beragam barang yang dulu mudah ditemui: sepatu second, aksesoris, jam, hingga kacamata. Harapannya cuma satu: pemerintah menepati janji untuk membangunnya kembali.


Halaman:

Komentar