Kapolri Tegaskan Perubahan Paradigma Polri: Dari Menjaga ke Melayani

- Kamis, 12 Maret 2026 | 20:55 WIB
Kapolri Tegaskan Perubahan Paradigma Polri: Dari Menjaga ke Melayani

Menurutnya, persatuan adalah kunci utama, apalagi melihat konstelasi global yang sedang tidak baik-baik saja. Dampak konflik Timur Tengah, misalnya, juga bisa berpengaruh ke dalam negeri.

"Boleh kita berbeda-beda di dalam pikiran dan pendapat, namun ada satu hal yang harus kita jaga, sampai di batas mana kita tetap harus menjaga persatuan untuk negara tercinta. Tahun 2030-2035 adalah momentum bonus demografi kita untuk melompat menjadi negara maju. Jangan sampai momentum ini lewat karena kita terpecah belah," tegasnya.

Di sisi lain, Sigit menegaskan Polri sangat menghargai ruang berekspresi. Itu amanat reformasi yang coba dijalankan dengan mengubah wajah institusi agar lebih humanis.

Menutup sambutan, ada pesan khusus yang dititipkannya untuk para mahasiswa.

"Saya titip institusi Polri. Mungkin ada yang nakal-nakal tolong ditegur, tolong dimarahi. Tapi yang baik tolong dijagain. Yang jelas institusi Polri akan melanjutkan apa yang menjadi amanah reformasi," pungkas Sigit.

Acara malam itu bukan cuma berisi ceramah dan makan bersama. Ada aksi nyata juga. Kapolri menyerahkan santunan dan paket sembako secara simbolis 50 paket sembako berisi beras, minyak, gula, dan lain-lain, plus 50 paket santunan untuk anak yatim.

Kehadiran sejumlah pejabat tinggi Polri seperti Kabaintelkam Komjen Yuda Gustawan, As SDM Irjen Anwar, Kadiv Propam Irjen Abdul Karim, Kadiv Humas Johnny Eddizon Isir, dan Kapusdokkes Irjen Asep Hendradiana menegaskan keseriusan agenda ini.

Intinya, forum ini lebih dari sekadar buka puasa biasa. Ini adalah penekanan akan peran strategis pemuda dan intelektual dalam merawat persatuan, terutama di bulan Ramadan, untuk mendukung target pembangunan nasional.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar