Di sisi lain, momen Lebaran sebenarnya adalah peluang. Herry menjelaskan, ini agenda nasional yang bisa memutar roda ekonomi daerah dengan sangat baik. Tapi semua itu tergantung pada satu hal: keamanan dan kelancaran penyelenggaraannya.
"Survei Kemenhub memprediksi pergerakan masyarakat tahun 2026 sekitar 143,9 juta orang. Angkanya turun sedikit, 1,75%, dibanding tahun 2025. Tapi kita harus tetap siaga. Bisa saja realisasinya justru melonjak," jelasnya.
Apalagi, pemerintah memberikan beberapa stimulus untuk memudahkan pemudik. Ada diskon tarif tol dan tiket transportasi umum, hingga kebijakan work from anywhere yang membuat orang lebih fleksibel.
Untuk mengatur semua arus itu, sudah terbit Surat Keputusan Bersama tentang pengaturan lalu lintas. Aturannya macam-macam: pembatasan angkutan barang, sistem one way dan contra flow, ganjil-genap, sampai penundaan proyek konstruksi. Bahwa pos penimbangan kendaraan sementara dialihfungsikan jadi tempat istirahat.
"Saya minta semua personel paham dan sosialisasikan SKB ini dengan baik," pesan Kapolda.
Untuk penyeberangan laut, akan diterapkan beberapa skema seperti delaying system dan buffer zone. Prinsipnya first come first serve. Intinya, semua sudah dipersiapkan. Tinggal eksekusi di lapangan yang menentukan.
Artikel Terkait
Kapolri Tegaskan Perubahan Paradigma Polri: Dari Menjaga ke Melayani
Bareskrim Ungkap Aliran Uang Rp 25,9 Triliun dari Tambang Emas Ilegal
DPR Desak Pemerintah Siapkan DIM untuk Percepatan RUU Pengelolaan Keuangan Haji
Motul Gelar Moride di Lampung, Wadah Silaturahmi dan Edukasi Perawatan Motor