Jakarta dan sekitarnya kebanjiran lagi Senin pagi ini. Hujan deras yang mengguyur sejak subuh tak kunjung reda, bahkan masih terus turun hingga menjelang siang. Genangan air pun muncul di mana-mana, dari Kelapa Gading, Sunter, sampai ke Mangga Dua. Bukan cuma Jakarta, wilayah penyangganya seperti Bekasi, Bogor, dan Tangerang juga ikut terendam.
Dampaknya langsung terasa. Jalanan macet parah karena banyak ruas yang tergenang. Layanan Transjakarta terpaksa diatur ulang. Bahkan perjalanan KRL rute Angke-Kampung Bandan sempat terganggu gara-gara relnya kebanjiran. Situasinya cukup kacau bagi warga yang harus beraktivitas di hari kerja.
Lantas, apa penyebab hujan lebat yang seolah tak habis-habis ini? Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena serupa sebenarnya melanda wilayah yang jauh lebih luas.
Ida Pramuwardani, Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, menjelaskan bahwa dalam sehari terakhir, hujan lebat hingga sangat lebat terjadi mulai dari Jabodetabek, merambah ke Banten, Jawa Barat, terus ke Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat dan Timur.
"Kondisi cuaca ekstrem ini tidak terjadi secara kebetulan," tegas Ida.
Dia menyebutkan, hujan dengan intensitas sangat lebat lebih dari 100 milimeter per hari tercatat di Jawa Barat (129 mm), NTT (126 mm), dan Bali (120 mm). Menurut analisis BMKG, ada beberapa faktor yang berhimpitan.
"Pertama, ada peningkatan kecepatan angin di Laut China Selatan yang bergerak ke selatan melalui Selat Karimata hingga mencapai Pulau Jawa," paparnya.
Singkatnya, kombinasi dinamika atmosfer skala regional itulah yang saling memperkuat dan akhirnya memicu hujan lebat berkepanjangan. Jadi, ini bukan sekadar hujan lokal biasa. Wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara semuanya merasakan dampak yang sama, dengan Jabodetabek menjadi salah satu titik yang paling parah kebanjiran pagi tadi.
Artikel Terkait
Ribuan Guru Blokir Akses ke Stadion Azteca Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026
Presiden Miliki Hak Prerogatif Perpanjang Usia Pensiun Kapolri, Wamenkum Tegaskan
Jadwal Salat DKI Jakarta Rabu 10 Juni 2026: Imsak Pukul 04.28, Magrib 17.48 WIB
Jadwal Salat Bandung Rabu 10 Juni 2026: Imsak Pukul 04.26, Subuh 04.36, dan Isya 18.58 WIB