Muhammadiyah Tetapkan Tarawih Terakhir 18 Maret 2026, Pemerintah Tunggu Sidang Isbat

- Kamis, 12 Maret 2026 | 16:05 WIB
Muhammadiyah Tetapkan Tarawih Terakhir 18 Maret 2026, Pemerintah Tunggu Sidang Isbat

Bulan Ramadan punya ciri khasnya sendiri, salah satunya adalah salat tarawih. Ibadah malam ini rutin dikerjakan usai salat Isya, menemani umat Islam sepanjang bulan penuh berkah hingga detik-detik terakhir.

Nah, sekarang Ramadan 2026 hampir berakhir. Banyak yang mulai bertanya-tanya, kapan sih tarawih terakhir sebelum Lebaran nanti? Pertanyaan ini wajar, karena menentukan malam kita beribadah sekaligus bersiap untuk hari raya.

Kapan Tarawih Terakhir Menurut Muhammadiyah?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah lebih dulu mengeluarkan keputusan. Mereka menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini berdasar metode hisab hakiki wujudul hilal yang mereka anut.

Dengan kata lain, bagi warga Muhammadiyah, salat tarawih terakhir dilaksanakan pada Rabu malam, tepatnya tanggal 18 Maret 2026. Selepas itu, Kamis malam tanggal 19 Maret sudah masuk malam takbiran, menyambut Idulfitri esok harinya.

Bagaimana dengan Pemerintah?

Di sisi lain, pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama belum mengeluarkan keputusan resmi. Seperti biasa, penentuan awal Syawal akan lewat sidang isbat yang mempertimbangkan laporan rukyatul hilal dan perhitungan hisab.

Kalau hasil sidang isbat nanti menyepakati Idulfitri jatuh pada 20 Maret, maka jadwalnya seragam: tarawih terakhir malam 18 Maret. Tapi, bisa saja pemerintah menetapkan Lebaran pada Sabtu, 21 Maret 2026. Jika ini yang terjadi, maka tarawih terakhir justru bergeser ke Kamis malam, 19 Maret. Malam takbirannya pun ikut mundur ke Jumat malam.

Jadi, kapan pastinya? Kita masih harus menunggu sidang isbat pemerintah. Meski begitu, masyarakat sudah bisa memperkirakan: tarawih terakhir kemungkinan besar jatuh pada malam 18 atau 19 Maret 2026. Tergantung keputusan akhir kapan hari kemenangan itu tiba.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar