“Pada 2026, terduga campak itu menyebar. Semua kecamatan kebagian. Anak-anak tiba-tiba demam dan muncul ruam kemerahan. Hampir rata sampai awal tahun,” ujarnya menggambarkan situasi yang cukup meresahkan.
Nah, di sisi lain, ada catatan menarik. Meski cakupan imunisasi rutin MR1 dan MR2 pada 2025 sudah melampaui target 100%, Dinkes DKI justru menyoroti angka BIAS untuk kelas 1 SD yang baru 89,6%. Angka itu menunjukkan masih ada celah yang perlu ditutup.
Karena itu, peran serta masyarakat dinilai vital. Masyarakat diminta aktif.
“PR kita, kalau ada anak di sekitar mengalami demam dan ruam kemerahan, segera infokan agar dibawa ke Puskesmas atau RS. Kekuatan Jakarta kan aksesibilitasnya, mudah dapat pelayanan kesehatan,” pungkas Budi.
Jadi, program ini bukan sekadar imunisasi biasa. Ini upaya serius untuk melindungi generasi muda Jakarta dari ancaman yang sebenarnya bisa dicegah.
Artikel Terkait
Wamensos Desak Majene Siapkan Lahan untuk Program Sekolah Rakyat
Yumis Cells Musim 3 Dijadwalkan Tayang Perdana di HBO Max 13 April
Operasi Ketupat Musi 2026 Dimulai, 2.361 Personel Amankan Arus Mudik Sumsel
Petisi 1 Juta Tanda Tangan Desak Heeseung Tetap di ENHYPEN Meski Fokus Solo