Korban Tewas Gelombang Protes Iran Tembus Dua Ribu Jiwa

- Rabu, 14 Januari 2026 | 06:10 WIB
Korban Tewas Gelombang Protes Iran Tembus Dua Ribu Jiwa

Gelombang protes di Iran kian tak terbendung. Situasinya memanas, bahkan berujung maut. Menurut laporan terbaru, korban jiwa sudah mencapai angka dua ribu orang dalam aksi demonstrasi besar-besaran belakangan ini.

Seorang pejabat Iran yang enggan disebut namanya mengonfirmasi angka mengerikan itu. Namun, dia justru menuding "kelompok teroris" sebagai dalang di balik tewasnya warga sipil dan aparat keamanan. Kabar ini sendiri disiarkan oleh sejumlah kantor berita internasional, Selasa lalu.

Semua ini berawal dari gejolak di Grand Bazaar Teheran akhir Desember silam. Kala itu, para pedagang lelah melihat nilai Rial Iran merosot tajam turun ke jalan menyuarakan kekecewaan atas kondisi ekonomi yang carut-marut. Tapi, api kemarahan itu rupanya menjalar cepat. Dari sekadar unjuk rasa ekonomi, gerakan ini berubah menjadi tantangan terbuka terhadap rezim teokratis yang telah berkuasa puluhan tahun.

Kini, jalanan di berbagai kota tak lagi sekadar ramai oleh spanduk dan yel-yel. Kerusuhan dan kekerasan seolah jadi menu harian. Situasi ini sampai membuat PBB angkat bicara. Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, Volker Turk, lewat pernyataan resminya, menyatakan keterkejutan dan kekhawatiran mendalam.

"Siklus kekerasan mengerikan ini tidak dapat berlanjut," tegasnya.

"Rakyat Iran dan tuntutan mereka untuk keadilan, kesetaraan, dan kebenaran harus didengar."

Pernyataan itu dibacakan oleh juru bicaranya, Jeremy Laurence, dengan nada yang cukup berat.

Di sisi lain, laporan dari kelompok pemantau HAM memberikan gambaran yang lebih rinci, meski angkanya berbeda. Human Rights Activists News Agency (HRANA), yang berbasis di AS, mencatat setidaknya 646 orang tewas akibat tindakan keras aparat. Rinciannya, 512 di antaranya adalah demonstran, sementara 134 lainnya berasal dari barisan pasukan keamanan. Korban luka-luka bahkan melampaui seribu orang.

Yang juga mencengangkan, lebih dari 10.700 orang dilaporkan telah diamankan dalam dua pekan terakhir. Penahanan tersebar di 585 titik, meliputi 186 kota di seluruh 31 provinsi Iran. HRANA punya rekam jejak data yang terpercaya dari berbagai gelombang kerusuhan sebelumnya. Untuk laporan terbaru ini, mereka mengandalkan jaringan pendukung di dalam negeri Iran untuk verifikasi silang setiap informasi yang masuk.

Jelas, krisis ini belum menunjukkan tanda-tanda akan reda. Setiap hari, situasinya berubah, dan daftar korban kemungkinan masih akan bertambah panjang.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar