Sepanjang Maret 2026, Jakarta punya misi besar: mengejar ketertinggalan imunisasi campak. Pemerintah Provinsi DKI menggelar kegiatan Imunisasi Kejar Serentak (IKS) untuk membendung penyebaran penyakit yang trennya masih terpantau di Ibu Kota. Tujuannya jelas, membangun kekebalan kelompok atau herd immunity pada anak-anak dan memutus rantai penularan.
“IKS 2026 ini, terutama di bulan Maret, fokus pada anak-anak yang belum dapat imunisasi lengkap. Itu mencakup MR1 untuk anak usia 9 sampai 59 bulan,” jelas Budi Setiawan, Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
Pernyataannya disampaikan dalam sebuah siniar bertema pencegahan campak di Jakarta, Kamis (12/3/2026), seperti dilansir Antara.
Budi menjamin kesiapan seluruh faskes dan puskesmas. Pelayanan vaksinasi, katanya, akan diberikan secara paripurna. Tak peduli apakah anak dalam kondisi sehat atau sedang menunjukkan gejala ringan. Langkah ini memang krusial. Data tahun 2025 menunjukkan lonjakan yang cukup signifikan: tercatat 6.930 kasus suspek campak.
“Semoga di bulan puasa ini, menjelang libur Idul Fitri dan setelahnya, semangat untuk imunisasi kejar serentak di bulan ini tetap membara,” lanjut Budi, berharap.
Faktanya, ancaman itu nyata. Hingga awal tahun 2026 saja, sudah ada 1.236 kasus terduga campak yang tersebar di seluruh penjuru Jakarta. Wilayah dengan temuan tertinggi adalah Jakarta Barat, mencapai 398 kasus. Disusul Jakarta Pusat dengan 276 kasus. Mayoritas penderitanya adalah anak usia 1-4 tahun yang perlu dicatat belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Artikel Terkait
Wamensos Desak Majene Siapkan Lahan untuk Program Sekolah Rakyat
Yumis Cells Musim 3 Dijadwalkan Tayang Perdana di HBO Max 13 April
Operasi Ketupat Musi 2026 Dimulai, 2.361 Personel Amankan Arus Mudik Sumsel
Petisi 1 Juta Tanda Tangan Desak Heeseung Tetap di ENHYPEN Meski Fokus Solo