Dia lalu menjabarkan, skenario sudah disiapkan matang. Jika nanti arus memuncak, opsi seperti contraflow atau one way siap dijalankan untuk memecah kepadatan. Semua demi kelancaran.
Di sisi lain, Korlantas Polri tak cuma mengandalkan imbauan. Kerja mereka kini mengandalkan data dan teknologi real-time. Itu pondasi utamanya. Tujuannya jelas: menjamin keamanan dan kelancaran selama periode mudik.
“Kami bukan cuma mengimbau. Semua didasari sistem yang dibangun berbasis data dan teknologi real-time. Negara hadir untuk memastikan keamanan dan kelancaran,” tegasnya lagi.
Ada kata kunci yang terus ditekankan: kolaborasi. “Together We Can”, begitu kira-kira semangatnya. Dengan komunikasi yang baik bersama semua pihak, operasi ini diharapkan bisa berjalan lebih sukses dari sebelumnya.
Baginya, mudik dan balik itu hakikatnya perjalanan penuh rindu. Rindu kampung halaman, rindu wajah keluarga.
“Bukan sekadar kehadiran fisik di lapangan. Tapi lebih pada meyakinkan bahwa masyarakat yang berangkat akan aman dan nyaman selama di perjalanan. Sampai tujuan dengan selamat, bertemu keluarga, dan bahagia,” pungkas Irjen Agus menutup pembicaraan.
Acara pelepasan itu sendiri juga dihadiri sejumlah pejabat lain. Tampak hadir Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono. Kemudian ada juga Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono, serta Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin.
Artikel Terkait
Buron Interpol Kasus TPPO dan Scamming Ditangkap di Bandara Bali
Wanita 22 Tahun Curi Rp2,6 Juta di Minimarket dengan Modus Pura-pura Belanja
Jasaraharja Putera Siapkan Asuransi Tambahan untuk Antisipasi Padatnya Mudik Lebaran 2026
Baleg DPR Tegaskan Hak Cipta Karya Jurnalistik Wajib Dilindungi dalam Revisi UU